Indra Permana

Friday, October 27, 2017

Bulu Ketek Cewek Yang Bikin Getek

Friday, October 27, 2017 2
Bulu Ketek Cewek Yang Bikin Getek
For your information, cerita gue kali ini muncul ketika lagi keramas di kamar mandi setelah gue potong rambut. Entah kenapa jadi kepikiran sama bulu ketek cewek yang pernah gue kenal, padahal yang gue keramasin itu rambut kepala, bukan rambut yang berada di sela-sela pangkal kedua tangan. 

Lemme tell you story about Bulu Ketek Cewek Yang Bikin Getek

Tadinya mau pajang foto Mbak Eva Arnaz, tapi agak nganu.
Tadinya mau pajang foto Mbak Eva Arnaz, tapi agak nganu.
Gue pernah deket sama cewek yang gue kenal dari temen sekelas gue. Doi cantik bener, kutilang banget pokoknya. Kurus tinggi langsing, matanya belo, kulit putih, pinter, mirip Katy Perry dan doi suka banget sama k-pop.

Selama deket, komunikasi berjalan lancar kayak anak-anak SMA biasa yang nanyain kebutuhan dasar manusia. Kayak,

"Udah makan belum?"

"Udah malem nih, tidur belum?"

"Udah boker?"

"Udah selfie?"

"Udah Mastur.. Mandra.. Atun?"

Ya standar kayak gitu-gitu lah. Gue juga sempet maen ke rumahnya dengan alih-alih ngerjain tugas bareng, karena kebetulan adeknya dia itu satu kelompok sama gue, kesempatan  diamond lah buat gue. Ngobrolnya asik walau masih awkawrd banget waktu itu.

Tiba saatnya pada suatu hari ketika gue coba maen ke rumahnya dengan memberikan secuil jam tangan berbentuk kado ulang tahun. Gue memberanikan diri untuk memberikan kadonya secara langsung. Singkat cerita, gue masuk ke rumahnya dan duduk.

Masih inget persis letak kursi yang kami duduki itu berjejer membentuk huruf L, jadi kalo gue ngadep depan, doi jadi nyamping. Kami ngobrol nggak jelas ngalor-ngidul, 

"Kemaren ada konsernya Justin Bieber ya di TV, gila keren ya stage-nya." Ucap gue, tersendat-sendat.

"Oh iya, aku nonton tuh. Seru." Timbalnya, ketus.

"Eh, ini ada sesuatu. Diterima, ya." Sambil nyodorin sebuah kotak putih polos.

"Duh apa ini?" Tanya dia kaget

"Itu, bom molotov yang akan meledak sekitar 3... 2..." Ini nggak ada di obrolan waktu itu sih hahaha

Pas tangannya ngambil kotak putih itu, tetiba ada sesuatu yang menyeruak dari keteknya. Ada sekian helai rambut yang lumayan hitam dan lebat menonjolkan dirinya seolah menantang rambut yang ada di sela-sela upil di lubang hidung gue.

"Eh buset, lebat pisan anjis." Teriak gue dalam hati.

Rasa cinta, sayang dan rindu seketika pudar tersapu oleh sekian helai rambut hitam lebat di keteknya. Seolah-olah menyuruhku untuk enyah. Lima menit kemudian gue memilih untuk balik dengan membawa ribuan pertanyaan di pikiran gue. Kenapa gue harus ilfeel ya, padahal bulu ketek mah wajar-wajar aja tumbuh di ketek baik cewek atau cowok. Kecuali kalo bulu ketek tumbuh di gigi geraham. Padahal ketek gue pun ada bulunya loh, tapi kenapa gue ngeliat doi jadi geli-geli getek ya.

Kalo cewek terus keteknya berambut lebat, yang gue inget ya Mbak Eva Arnaz. Kids zaman now pasti nggak bakal tau siapa dia, kecuali yang sampe sekarang masih nonton film Warkop DKI zaman dulu. Karena Mbak Eva Arnaz ini menjadi salah satu Warkop Angel atau jadi cewek-cewek cantik yang mendampingi personil Warkop itu loh.

Waktu itu gue merasa jadi manusia paling jahat karena menjadikan bulu ketek sebagai alasan untuk menjauhi seorang cewek. Padahal kan tumbuhnya bulu ketek itu proses alamiah manusia ketika puber, tapi gue malah menjadikannya alasan. Hehe

Dear you, maap ya..

Btw, ada yang pernah punya pengalaman yang sama kayak gue atau mungkin malah sebaliknya? Share your story over here, guys..

Wednesday, October 18, 2017

Tanjung Benoa, Pulau Penyu dan Tragedi Parasailing

Wednesday, October 18, 2017 8
Tanjung Benoa, Pulau Penyu dan Tragedi Parasailing
Tidur di kasur hotel emang selalu sukses membuat gue mager untuk melakukan aktifitas. Tapi hal itu harus gue lawan karena gue harus mandi, sarapan dan prepare untuk pergi ke Tanjung Benoa, Bali. Iya, Bali beneran men, aing bener-bener ke Bali. 

Pagi itu Bali cerah sekali, begitupun hati gue yang cerah ceria menyambut pagi karena hari yang dinanti akhirnya menghampiri. Abis beres mandi, gue segera turun untuk sarapan pagi supaya gue bisa kuat menikmati keindahan Bali dan terlepas dari kejombloan yang selalu membayangi.
View dari perahu di Pantai Tanjung Benoa. Warna airnya biru asli ini.

Pertama kali mulai memasuki area pantai ini, kesan pertamanya adalah rame dan berisik. There's so many teenager yang nggak tau dari SMP atau SMA mana, yang jelas mereka berisik. Ya maklum lah seumuran mereka pasti meriah banget kalo bermain dan bekumpul bersama. Alasan berisik lainnya ya karena ini tempat umum.

Menurut gue, pantainya kurang lebih sama aja kayak pantai-pantai kebanyakan. Yang membedakan adalah ada banyak perahu dan speedboat yang lalu lalang ke sana ke mari tapi nggak membawa alamat. Mungkin karena pantai ini menjadi salah satu jalur menuju ke Pulau Penyu.

Seperti pantai-pantai kebanyakan, di sini banyak layanan yang bisa dipilih. Mau nyebrang ke Pulau Penyu, silakan. Mau kebut-kebutan di atas air laut, bisa sewa motor boat. Mau terbang ala bidadara, bisa coba parasailing. Mau chill doang sambil makan-makan, bisa juga. Mau balikan sama mantan, bisa. Asal dianya masih ada hati aja buat lo.

Baca Juga: Wisata Alam dan Seni yang Dekat Hanging Gardens Ubud

Awalnya gue pengin banget nyobain parasailing karena pengin cosplay jadi drone untuk beberapa menit biar bisa melihat keindahan pantai sekitar dari atas. Gue belum pernah nyobain parasailing di pantai manapun sebelumnya, termasuk di Tanjung Benoa ini. Tapi sekalinya pengin nyobain, eh malah ngeliat tragedi parasailing jatuh dengan mata kepala gue sendiri. Nggak perlu mikir lagi chuy, keinginan untuk mencoba harus segera diurungkan, gawat atuh euy belum kawin aing teh. Gue memutuskan untuk nyebrang aja lah ke Pulau Penyu.

Selama perjalanan menuju ke sana, gue cuma look around dan motret sana-sini sambil sesekali ngasih makan ikan dengan roti yang udah disiapkan. Air di pantainya benih banget asli, pas lempar roti, ikan-ikan yang nyamperin dan makan rotinya keliatan jelas banget. Indah.

Sesampainya di sana, gue langsung menghampiri sekumpulan orang yang lagi nonton dan foto bareng sama penyu yang nggak pake baju. Uh.


Satu hal yang bisa dijadikan sebagai pelajaran dan motivasi setelah melihat penyu dan melakukan interview sedikit dengan bahasa mereka. Jadi gini, penyu itu adalah hewan yang sangat mandiri menurut gue, karena sudah dididik sedari lahir untuk bisa memiliki rumah sendiri, jadi nggak numpang di rumah orang tua. Warbyasa. Tapi sayangnya, rumah punya tapi baju nggak.

Tips & Trick: Kalo kalian jalan sama rombongan, coba berpisah dulu ketika mulai masuk. Berjalanlah dengan wajah tanpa dosa dan seperti nggak ada apa-apa supaya nggak bayar tiket masuk. Tapi sebagai netizen yang budiman, malu dong kalo nggak bayar tiket masuk.

Lurus dan jalan dikit lagi, ada beberapa binatang lain yang sama-sama dikerubungi pengunjung. Kebanyakannya mah burung-burung gitu lah. Tapi ada satu fakta yang gue temukan di sana, ternyata Burung Hantu itu masih hidup dan bernyawa. Gue pegangin juga nggak nembus kayak hantu-hantu yang sering diperlihatkan di film-film, gelo na teh edan pisan, malah diajak snapchat pake filter face swap sama remaja cewek ini. Ganti nama aja lah chuy jadi Burung Hidup.


Selain burung ini, masih ada beberapa lagi jenis-jenis burung lainnya, tapi semuanya dikandangin, biar nggak masuk ke kandang yang lain.

Tepat di tengah-tengah kandang, ada semacam spot untuk berfoto dengan frame seperti yang ada di Instagram. Seperti biasa, perihal sesuatu yang menyangkut eksistensi itu pasti rame, semua berebut untuk mendapatkannya. Termasuk gue. Hahaha.

Sengaja nggak pajang foto gue, pajang yang manis-manis aja lah ya.

Menurut gue pribadi, nggak ada yang terlalu spesial dari pantai Tanjung Benoa dan Pulau Penyu di Bali ini. Kurang lebih sama dengan pantai-pantai kebanyakan. Tapi untuk menjadi tujuan liburan bersama keluarga mah ya oke-oke aja lah dan nggak ada salahnya juga buat nyobain maen ke sini. Btw, di sini banyak bule asia, mulus dan bening-bening chuy.

Saturday, September 30, 2017

Spot Diving di NTT dan Beberapa Pilihan Wisata Lainnya

Saturday, September 30, 2017 1
Spot Diving di NTT dan Beberapa Pilihan Wisata Lainnya
Buat kalian yang suka diving, pasti nggak asing lagi dengan Pulau Alor. Sebuah pulau yang terletak di Nusa Tenggara Timur ini memiliki 42 situs selam yang terdaftar. Gila kan, banyak bener spot yang bisa dipilih untuk memuaskan pengalaman diving kalian. Tapi nggak cuma keindahan alam bawah lautnya aja yang memikat hati, destinasi wisata lainnya juga nggak kalah indah buat dikunjungi. Jadi buat kalian yang nggak suka diving, there is no reason buat nggak berkunjung ke Pulau Alor. Apalagi alesannya cuma karena jauh. 

Pantai Lola di Kabupaten Alor | sumber: nttupdate.com

Sekarang udah banyak maskapai penerbangan yang menawarkan jasa penerbangan ke sana, kayak pesawat Nam Air yang bisa jadi pilihan buat menuju ke sana. Jadi nunggu apa lagi cuy? Oh iya, biar nggak terlalu merasa boring, ada beberapa destinasi wisata pilihan lain yang membuktikan kalo Pulau Alor nggak hanya surga buat kalian yang suka diving doang. So here you go!

Desa Takpala

sumber: nttprov.go.id
Lokasi desa wisata Takpala terletak di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara. Keseruan yang bisa kalian dapatkan di desa adat ini ada banyak loh. Kayak melihat tarian lego-lego yang dibawakan oleh masyarakat adat setempat, atau menginap di rumah tradisional khas Suku Abui.

sumber: nttprov.go.id

sumber: nttprov.go.id
Pasti bakalan jadi pengalaman yang luar biasa karena bisa merasakan hidup berbaur bersama masyarakat adat dengan kearifan lokal setempat. Karena berlibur bukan hanya tentang melihat pesona keindahan alamnya aja, Tapi mengenal suku adat setempat juga bisa membuat liburan kalian terasa lebih lengkap. Mantap.

Air Panas Tuti Adagae

sumber:alordaily.com
Berlokasi di Desa Tuti Adagae, Alor Timur Laut, tempat wisata yang satu ini kalo dilihat dari segi penampilannya emang nggak terlalu istimewa. Yang membuat Air Panas Tuti Adagae selalu rame dikunjungi wisatawan adalah karena pemandangan alamnya yang menakjubkan.

Awalnya, pancuran Air Panas Tuti Adagae memiliki tinggi puluhan meter, Tapi karena gempa bumi yang terjadi pada tahun 2004, pancurannya kini hanya memiliki tinggi sekitar 20 sentimeter. Tapi tenang aja, tempat wisata ini nggak akan membuat kalian merasa rugi berjalan jauh kok. Karena pemandangan yang terhampar indah selama perjalanan dan juga hangat airnya, bisa membayar tenaga kalian.

Museum 1000 Moko

Tempat wisata di Alor yang satu ini cocok buat kalian yang suka sejarah. Museum 1000 Moko terletak di Kota Kalabahi, tepatnya di Jalan Diponegoro. Di Museum 1000 Moko ini, terdapat foto-foto para raja masyarakat adat setempat, ada pula senjata tradisional, pakaian adat, dan yang pasti deretan Moko yang sangat rapi.

Moko ukuran sedang | sumber: opiumgewichte.com
Moko apaan sih? Moko adalah alat musik tetabuhan khas Alor yang terbuat dari perunggu. Fungsi Moko di Alor ini biasanya digunakan sebagai mas kawin atau alat untuk membayar denda.

Al Quran Tua

Al Quran tertua di Asia Tenggara | Sumber: ntt2.kemenag.go.id
Selain menyimpan sejarah kebudayaan masyarakat setempat, Pulau Alor juga menyimpan salah satu bukti sejarah penyebaran Islam di Nusantara. Itu terbukti dengan masih adanya Al Quran yang diyakini berusia sekitar 500 tahun yang lalu. Seperti Al Quran pada umumnya, kitab suci Agama Islam ini memuat 30 juz dan 114 surat. Uniknya adalah, Al Quran ini dibuat dari kulit kayu yang bertahan hingga sekarang.

Ragam Pantai

Kurang lengkap kalo berkunjung ke Pulau Alor tanpa menikmati keindahan pantainya. Kalo tadi udah disinggung tentang spot indah buat diving, sekarang giliran pantainya yang nggak kalah indah juga. Kalian bisa mengunjungi berbagai pantai yag menawarkan keistimewaannya masing-masing, beberapa diantaranya ada Pantai Lola di Alor Barat Daya, Pantai Welolo di Alor Timur, atau Pantai Maimol di Kalabahi. Kalo ada, gue mau coba naikin banana boat lagi disini, kayaknya bakal seru banget euy.

Pantai Maimol, Alor, Nusa Tenggara Timur NTT | sumber: nttprov.go.id
That it’s all beberapa rekomendasi tempat wisata di Pulau Alor yang bisa kalian nikmati dengan naik pesawat Nam Air menuju ke sana. Yuk, tunggu apa lagi? Tandai kalender kalian, segera dapatkan tiket pesawat Nam Air untuk perjalanan yang mengesankan.

Gimana, udah mulai tertarik untuk segera meluncur ke TKP nggak nih cuy? Kuy ah!

Wednesday, September 27, 2017

LevelUp Video Bena: Tamparan dan Catatan

Wednesday, September 27, 2017 5
LevelUp Video Bena: Tamparan dan Catatan
Udah mulai menjadi rutinitas setiap hari setelah 'selesai' bekerja, gue selalu menyempatkan diri untuk nonton video YouTube. Entah itu nonton video review gadget nonton film pendek atau nonton video musik, random banget pokoknya. Tapi, malam tadi gue nonton videonya Bena di playlist terbarunya LevelUp.


Sebelumnya gue udah nonton video pertamanya yang berjudul Stop Hate Comments dan tadi gue nonton 4 video lainnya. Sangat menginspirasi dan memotivasi gue yang emang sedang membutuhkan, gue yakin bukan cuma gue yang merasakan hal yang sama.

Siapa yang nggak tau +Benazio Putra atau yang banyak dikenal orang di internet sebagai @benakribo ini? Gue yakin udah banyak orang yang kenal doi terutama para blogger yang udah mulai nulis dari 2009, karena gue sendiri tau Bena itu dari blog.

Balik lagi ke video LevelUp Bena. Dari semua video yang gue tonton, banyak sekali ilmu yang bisa gue ambil. Mulai dari ceritanya Bena yang sangat inspiratif sampai ke obrolan doi dengan Aulion dan kakak iparnya, Astra. 

Banyak sekali pelajaran dan ilmu yang bisa gue dapet dari videonya terutama tentang semangat mengejar mimpi, konsitensi, dunia kerja, dunia digital dan banyak lagi. Ada beberapa kata-kata Bena yang gue garis bawahi dan akan gue jadikan sebagai motivasi untuk diri gue sendiri yaitu, just freakin' start, time is precious, jangan males karena ada banyak orang yang rajin di luaran sana, nikmati proses, konsistensi, inovasi dan beberapa hal positif lainnya.

Bagi sebagian orang mungkin itu cuma motivasi-motivasi biasa aja dan bisa dikeluarin dari siapa aja, buat gue sih nggak. Kalo semua kata-kata manis motivational itu benar-benar keluar dari orang yang udah merasakan impact positifnya, akan ada energi lebih yang membuat orang yang mendengarnya percaya dengan kata-kata yang dikeluarkannya.

Sepanjang gue menonton videonya, gue merasa ditampar sekali, karena gue ini termasuk orang yang Bena bilang terlalu banyak ini-itu blablabla segala macem daripada mulai dan gerak. Terlalu banyak menye-menye dan menikmati hasil karya dan usaha orang yang udah start duluan. Tapi untungnya gue merasa dipacu lagi semangatnya, merasa harus mulai gerak, mulai menghargai waktu, rajin dan mulai menikmati prosesnya.

To be honest, niat awal gue nulis postingan ini purely untuk catatan gue pribadi supaya bisa lebih passionate lagi menjalankan apa yang bener-bener udah gue mulai. Bukan untuk menggurui karena gue masih harus banyak belajar lagi tentang banyak hal. Selain itu, gue sangat respect dengan video yang inspiratif, motivatif dan edukatif.

Yang belum nonton, ayo tonton dulu.. Jangan lupa subscribe dan share juga


At last but not least, Thanks Ben, sharingnya.

Friday, September 1, 2017

Idul Adha Nelangsa dan Tipe-tipe Orang Mengolah Daging Qurban

Friday, September 01, 2017 19
Idul Adha Nelangsa dan Tipe-tipe Orang Mengolah Daging Qurban
Ini kali pertama gue merayakan hari raya idul adha di pertantauan. Gue udah hampir dua tahun di sini, tapi tahun ini nggak bisa pulang ke kampung halaman dan merayakan hari raya di rumah sana. Alasannya karena gue udah ngambil cuti dua minggu lalu, belum lagi masih ada kerjaan yang harus gue beresin. Hatchih. Eh, itu bersin ya.


Tahun kemarin gue bisa balik dan bisa nyate di rumah, makan bareng, rebutan sate sama keluarga. Sadly tahun ini nggak, gue kayaknya nyate di perantauan, dimana gue berada di lingkungan yang baru seumur jengkol ini. Gue nggak tau nih besok mesti ngapain di sini kalo nggak kebagian daging qurban, tapi kalo kebagian pun tetep aja bingung. 

Gue di kontrakan ini bener-bener cuma buat istirahat, tidur dan mandi. Ruangan yang harusnya digunakan untuk dapur pun nggak dijadikan seperti qodratnya. Alat masak yang biasa dipake setiap hari aja nggak ada, apalagi alat nyate yang cuma setahun sekali doang dipakenya.

Satu-satunya cara supaya gue bisa ikutan nyate, ya beli sate. Hehehe, i mean satu-satunya cara yaitu ikut nimbrung sama tetangga. Seperti yang udah disebutkan, gue ngontrak itu bener-bener cuma buat istirahat, tidur dan mandi. Jarang bisa berbaur sama tetangga, paling banter juga ibu warung, itu pun nggak setiap hari.


Sampe detik ini, sampe tulisan ini diketik pukul satu pagi, belum ada orang sini yang ngasih gue kupon buat pengambilan daging qurban. Nggak tau juga kalo besok abis pemotongan apa gimana. Nggak terlalu ngarepin juga karena nggak bisa ngolahnya.

Ngomongin soal daging-dagingan. Tiap orang pasti punya selera dan caranya masing-masing mengolah daging qurban kan pastinya. Nah, otak gue mau coba mengkategorikannya. Judulnya kurang lebih jadi gini; Tipe-tipe Orang Mengolah Daging Qurban. Oke, here you go!

1. Tipe Yang Penting Mateng

Poin pertama ini dikerubungi oleh orang-orang yang nggak mau ribet dan nggak mau bingung, yang penting kenyang dan bisa makan enak bareng-bareng keluarga. Entah itu daging qurbannya mau diolah jadi sate, jadi gepuk, jadi sate gepuk dikuahin, bebas, yang penting mateng dan kenyang. Gapapalah gurih-gurih micin dikit mah.

2. Tipe Mainstream

Yang ini udah pasti jadi mayoritas orang mengolah daging qurbannya menjadi seonggok daging potong yang ditusuk. Barack Obama menyebutnya SATTEEE~ dan makanan ini menjadi salah satu makanan favorit doi sih emang. Gue bisa menyimpulkan akan ada lebih dari 50% orang mengolah dagingnya menjadi sate. 

Sate Kambing

Selain karena mengolahnya gampang banget, sate juga udah jadi tradisi sih kayaknya. Tapi, walaupun bentukannya sama, gue yakin rasanya pasti beda. Ada yang pake bumbu kacang kayak biasa, ada yang pake kecap doang dan gue yakin nanti akan ada yang dibikin kayak sate taichan. Alay, ah!

Tips: Yang pake susuk, makan satenya jangan langsung dari tusukannya, nanti susuknya hilang. Wkwkw.

3. Tipe Kebarat-baratan

Mereka yang makan olahan daging sapi atau kambing seminggu sekali mah kayaknya udah mulai bosen kalo daging qurban diolah biasa-biasa aja. Paguyuban manusia tipe ke-tiga ini pasti memilih untuk mencoba resep luar negeri. Entah itu dibikin jadi steak, dicincang dijadikan kornet atau dibikin ala-ala barbeque di halaman belakang. Beuh, bule banget ya.


Buat orang-orang kelas menengah atas atau kelas menengah ngehe yang pengin nyobain sesuatu yang baru supaya lebih enak dilihat kalo difoto dan dijadikan konten untuk insta story atau feed di instagram kalian, boleh banget lah mengolah daging qurban dengan cara nomor tiga ini. Kalo barbeque-an di halaman belakang sih udah pasti asoy banget ya coy, tapi kalo nggak punya halaman belakang, di atap tempat jemuran juga yang jadi.

4. Tipe Visioner

Yang terakhir ini biasanya lahir dari ibu-ibu yang punya naluri hemat dan visioner. Jadi kalo ada sisa daging yang udah mulai bingung mau diapain, biasanya suka dibikin olahan daging yang bisa bertahan lama dari olahan biasanya. Kalo mamah di rumah suka dibikin gepuk, karena bisa awet hampir seminggu. Bentuknya kurang lebih kayak gini

Image by: reseponline.info
Ada juga yang dibikin rendang, abon dan olahan kering lainnya. Tiap daerah biasanya beda-beda nih. Nah, kalo di rumah kalian setiap masuk hari raya idul adha, daging qurbannya diolah macam tipe mana nih?

Selamat merayakan hari idul adha atau idul qurban teman-teman, selamat makan enak bersama keluarga. VIVA LA NYATEEE~ 

Jangan lupa share postingannya ke temen-temen yang lain, ya. Jangan lupa juga like fanspage dan follow blog ini dengan cara klik like dan follow. Setiap ada postingan baru bakal gue share ke fanspage di facebook. Kalian juga bisa berlangganan/subscribe postingan blog gue ini via email. Thanks udah mampir dan jangan bosen mampir lagi ke mari :D

Sunday, August 13, 2017

Begadang Jangan Begadang, Kalau Nggak Mau Jerawatan

Sunday, August 13, 2017 0
Begadang Jangan Begadang, Kalau Nggak Mau Jerawatan
Udah hampir seminggu ini gue tidur di atas jam 2. I mean not literally tidur di atas jam yang menunjukan jam dua pagi, kemudian gue kasih sprey, selimut, bantal, guling terus gue tidur di atas itu semua. Bukan. Tapi gue tidur ke-hampir-pagian.

Kalo malam minggu mah gue nggak sih oke-oke aja karena bisa bangun seenaknya. Kerja libur, acara dan janji pagi-pagi nggak ada, upacara dan apel pagi apalagi. Lah kalo besoknya harus kerja seperti biasa, bisa-bisa gue ngeluarin jurus mabuk kayak di film-film kungfu karena sempoyongan kurang tidur. Apalagi di jam kerja mah gue nggak bisa bayar dengan tidur siang.

Belum lagi kalo kepala merasakan sesuatu kayak lirik lagu boyband SM*SH yang cenat-cenut itu, kemudian mata seolah-olah lagi nge-gym ngangkat beban berat, terutama abis kenyang makan siang.

Oleh karena itu, gue bisa mengambil kesimpulan bahwa semakin kenyang perutmu, maka akan semakin berat beban matamu. Efek sampingnya, badan jadi males gerak dan lemes bray. Kerja jadi nggak bisa fokus penuh.

Baca juga: Ritual Yang Dilakukan Ketika Badan Nggak Fit

Kalian semua pasti tau lah gimana madharatnya kalo punya hutang sama tidur.. Selain harus dibayar lunas, harus diperbaiki juga setelahnya.

Kalo lagi kurang tidur, badan akan merasakan penurunan semangat dan gairah, tapi muka malah jadi bersemangat menimbulkan benjolan kemerahan bernama jerawat. Ya gimana cuy, konskuensi yang bisa diambil sama tubuh gue kalo kurang tidur ya dengan timbulnya jerawat ke permukaan wajah.

Masalahnya, jerawat bukan hanya timbul doang, tapi doi eh maksudnya mereka (karena banyak), menclok dan memposisikan diri mereka di mana aja, semaunya meraka. Bebas.

Kebetulan, menyinggung soal jerawat, si musuh semua manusia, berikut akan gue eta terangkanlah tiga posisi jerawat yang menurunkan kadar kepercayaan dan kenyamanan diri menurut penilaian gue pribadi. Here we go;

1. Di Pipi

Ini biasanya tempat favorit jerawat untuk tumbuh, berkembang, nikah, kawin dan membelah diri. Sedikit mengganggu penampilan dan kenyamanan tapi nggak terlalu signifikan karena jerawat di pipi memang sudah terlalu mainstream, jadi hanya akan menurunkan kadar percaya diri sekitar 1 sampai 30% saja. Masih aman dan nyaman untuk hangout.

2. Di kening

Ini gue juga nggak tau maksudnya gimana, gue bukan orang india dan nggak ada keturunan india juga, tapi yang pasti kalo sujud itu sakit asli, ganjel juga, berasa ada pembatas antar kening dan tempat sujud. Hindari cium kening dulu kalo sedang ada jerawat tumbuh di kening, apalagi kalo dicium sama bibir sendiri. Susah cuy, nggak nyampe.

Untuk jerawat di area ini, biasanya akan membuat wajah menjadi sedikit berubah dari pola dasarnya, nggak terlalu signifikan, tapi berasa bedanya. Kadar percaya diri dan kenyamanan menurun sekitar 30 sampai 70%. Solusinya masih bisa disamarkan dengan menurunkan poni, pake topi atau pake topeng aja. Hahaha.

3. Di Area Lubang Hidung

Kecil memang, tapi berasa berjerawat sehidung-hidung. Gue nggak ngerti juga kenapa bisa kayak gitu. Di towel dikit aja, nyut-nyutannya bisa nyampe ke ubun-ubun. Wuh, padahal jerawat ya, bukan temennya cumi-cumi.

Area ini yang menurut gue paling ganggu banget cuy. Ngupil jadi nggak akan se-chill disaat nggak ada jerawat. Ngomong di depan umum jadi harus sering pencet-pencet hidung buat nutupin jerawatnya. Kadar percaya diri dan kenyamanan akan turun drastis, yaitu sekitar 70 sampai 100%. Untuk cowok yang berkumis, solusinya ya kumis. Tapi kalo untuk cewek, kalian nggak perlu berkumis ya buat nutupin jerawat di area ini.

-

Maap gue nggak pake ilustrasi foto jerawatnya, karena menghindari kenyamanan kalian untuk membaca postingan berbobot ini sampe beres. Btw, yang merasa setuju dengan penilaian gue, teriak aja di kolom komentar.

Nah kalo ngomongin soal begadang, secara otomatis kita akan inget apa kata Bang Haji Rhoma Irama yang dengan perhatiannya memberikan wejangan perihal pola tidur orang-orang. Wejangannya sangat nempel banget di pikiran gue dari dulu,

"BEGADANG JANGAN BEGADANG, KALO TIADA ARTINYA. BEGADANG BOLEH SAJA, KALAU ADA PERLUNYA."

Duh, gue banget lah. Karena hampir semua begadangnya gue itu emang nggak ada artinya dan nggak perlu-perlu amat. Tapi bukan salah gue sepenuhnya juga. Siapa suruh ngantuknya jadi pindah ke siang hari, bukan malam hari.

Tapi bentar cuy, wejangan itu udah nggak terlalu relevan dengan keadaan manusia masa kini, harusnya ada sedikit lirik yang direvisi jadi;

“BEGADANG JANGAN BERGADANG, KALAU NGGAK MAU JERAWATAN. BEGADANG BOLEH SAJA, KALAU PENGIN JERAWATAN.”

HAHAHA SETUJU?!

Jangan lupa share postingannya ke temen-temen yang lain, ya. Jangan lupa juga like fanspage dan follow blog ini dengan cara klik like dan follow. Setiap ada postingan baru bakal gue share ke fanspage di facebook. Kalian juga bisa berlangganan/subscribe postingan blog gue ini via email. Thanks udah mampir dan jangan bosen mampir lagi ke mari :D

Sumber Gif: Tumblr