2014 - Indra Permana

Wednesday, December 17, 2014

Belajar Tersenyum Dari Keluhan

Wednesday, December 17, 2014 6
Belajar Tersenyum Dari Keluhan

Kemarin adalah hari yang sempurna buat gue. Bukan hanya rokok, hari selasa kemarin juga sempurna. Kenapa sempurna? Karena ada beberapa kejadian yang bisa membuat sebagian orang mengeluh. Mari bercerita.

Hari selasa adalah hari yang lumayan melelahkan buat gue. Hari dimana hujan turun dengan derasnya, serta angin yang tak kecil tiupannya. 

Diawali dengan betapa ribetnya menyusun laporan dengan format baru di kantor, betapa harusnya membuat laporan kembali dari awal bulan desember sampai per tanggal hari itu dengan format yang baru. Jadi kalo sekarang tanggal 17, berati harus beres sampe tanggal 17. Kalo masih belum beres, ya ngejar terus. Belum lagi dengan data-data yang masih acakadut. Meh.

Tekanan dari atasan begitu deras dan cacian dari pimpinan pun tak luput terlepas dan terkelupas dari mulutnya. Baru genap satu bulan, sudah banyak yang harus segera gue revisi, sudah banyak yang harus gue kerjakan. Oke, sepertinya gue bekerja di tempat yang salah. Gue bekerja di tempat yang sepertinya nggak akan menemukan antusias dalam bekerja. Tapi gue masih saja bersikukuh untuk terus mencoba memahami, mencari celah agar gue bisa bekerja seantusias melakukan hal-hal yang gue suka. Gue berusaha tersenyum dari keluhan.

Nggak hanya di situ saja. Kejadian berikutnya pun mulai berdatangan.

Jam istirahat sudah hampir habis, tapi gue masih saja berkutat dengan laporan yang nggak kelar-kelar. Karena lapar, gue memaksakan untuk istirahat terlebih dahulu supaya bisa memadamkan kelaparan. 

Sesaat akan menunganggi motor, sendal jepit gue tetiba putus. Hmm.. Oke, ini masalah kecil. Ambil sendalnya, jepit di motor sambil berusaha tersenyum dari keluhan. Dengan tergesa-gesa, gue segera berangkat menuju rumah.

Di pertengahan jalan, gue merasakan sesuatu yang nggak asik banget. Rante motor gue berisik, kayak satu cewek bertemu dengan temen cewek lainnya di sebuah mall yang sedang bergosip ria. Dalem hati gue udah mulai nggak enak dan berencana untuk pergi ke bengkel walau sekedar untuk bertanya kenapa. Ya namanya juga baru merencanakan, Tuhanlah yang menentukan. Rante motor gue putus duluan. Padahal gue nggak tau kapan mereka jadian, tau-tau udah putus aja.

Gue diberitahu mang-mang tukang parkir kalo rante motor gue putus dan terlentang binal di pinggir jalan. Ada sedikit rasa malu dan cemas juga waktu itu. Tangan gemeteran, kaki gemeteran, pantat juga gemeteran. Iya, gue lagi goyang dumang soalnya. Tanpa pikir panjang, gue langsung telponin temen walau nggak ada hasil. Pilihan terakhir adalah nelpon babeh, walau sebenernya gue nggak mau ganggu aktifitas beliau yang kali aja lagi sibuk dan riweuh ini itu. Berbeda dengan orang lain, orang tua tak akan berfikir panjang lagi untuk membantu anaknya. Di pinggir jalan, gue jongkok dengan tangan kotor dan kaki telanjang sebelah. Gue berusaha tersenyum dari keluhan.

Sembilan belas menit kemudian babeh dateng, beliau langsung nyetép (baca: dorong motor gue dengan kaki sambil ngendarain motor dalam keadaan nyala) ke bengkel motor terdekat. Sekitar 150 meter motor gue didorong, bengkel pun kami temukan. Setelah konsultasi dengan montirnya, rante gue yang putus nggak bisa disambungin lagi, nggak bisa balikan lagi. Mungkin karena luka hatinya teramat perih. Meh.

"Wah, rante motornya nggak bisa disambung ini mah. Harus diganti satu set sama gearnya."

Nahloh, perkataan si montir itu sama persis dengan perkataan gue sama babeh seminggu yang lalu. Sebenernya gue udah pernah bilang sama babeh kalo rante motor gue harus diganti, tapi babeh ngasih saran jangan dulu aja, kan nggak bepergian jauh ini. Kejadian juga. Hehe senyumin aja.

Oke, jadi begitulah cerita kesialan gue beberapa waktu. Jujur aja, gue malah pengin senyum semi ketawa-ketawa gitu kalo lagi sial macam cerita di atas. Tiga hal yang selalu gue usahakan ketika gue dapet kesialan yaitu: Senyumin, positif thinking-in dan doain. Mudah-mudahan cerita gue di atas ada manfaatnya. Yok kita sama-sama belajar tersenyum dari keluhan. :)





Saturday, October 18, 2014

Kelebihan Dari Cewek Posesif

Saturday, October 18, 2014 17
Kelebihan Dari Cewek Posesif

Pada suatu hari, gue nge-bbm pacar gue yang kurang lebih kayak gini: "Ay, aku mau futsal dulu, ya." Gak lama kemudian, doi bales "Ya. Have fun, ya :)" Diakhiri dengan emot fake smile di penghujung chatnya. Dengan rasa serba salah gue bales lagi chatnya kurang lebih kayak gini:

"Makasih ya, ay.."
"Iya. Sama siapa aja, beb?"
"Temen kampus, ay."
"Ada ceweknya, nggak?"
"Ada, ay."
"Siapa? Namanya siapa? Anak mana? Hah? Awas kalo deket-deket!"
"NAMANYA JUMINTEN. ANAK PERBATASAN KONGO - ZIMBABWE, AY!!!" 

Yak, kira-kira begitulah ilustrasinya jika kita menghadapi cewek yang orang-orang kekinian nyebutnya cewek posesif. Kalian tahu apa itu cewek posesif? Cewek posesif adalah cewek yang nggak negatif. Hehehe.

Arti dari kata "posesif" menurut artikel dari www.iniunik.web.id adalah sebagai berikut:

"Arti posesif dalam kamus bahasa Inggris adalah; Possessive: Having or showing a desire to control or dominate. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia secara umum berarti Posesif adalah suatu sikap yang dipunyai atau ditunjukkan untuk mengontrol atau mendominasi sesuatu atau seseorang. Atau bisa juga diartikan sebagai sebuah sikap membatasi ruang gerak pasangan dan juga merasa bahwa pasangan adalah "miliknya" sendiri, mencintai pasangan terlalu berlebihan sehingga sehingga memiliki perasaan takut kehilangan."

Nah, kalo sudah mengerti apa itu posesif, langsung aja ke topik utama postingan gue kali ini. Menurut pengamatan Profesor Indra Permana, kelebihan dari Cewek Posesif ada enam. Yok, langsung cek aja satu-satu.

1. Penghafal Yang Hebat
Nggak banyak yang mengira bahwa cewek posesif adalah seorang penghafal yang hebat, terbukti dari keahliannya menghafal temen-temen di path pacarnya, mulai dari jumlah dan nama-namanya. Selain di path, doi juga ngitung jumlah kontak BBM pacarnya dan ngawasin semua update-an yang ada di Recent Updates.

2. Interogator Handal
Dari ilustrasi di atas, sudah bisa diketahui bahwa cewek posesif itu interogator yang handal. Terbukti dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya jika doi sedang tak berada di samping pacarnya. Jika kalian punya tipe cewek seperti ini, menjadi seorang interogator di kepolisian mungkin jadi pekerjaan yang cocok untuknya.

3. Punya Banyak Pulsa & Kuota
Untuk poin yang ini kayaknya sudah tak diragukan lagi keabsahannya. Karena mereka para cewek posesif mempunyai anggaran khusus untuk stalking semua akun socmed si pacar. Dan untuk menjaga agar si pacar tak sms atau telponan sama cewek lain, cewek posesif juga menganggarkan uangnya untuk membeli pulsa agar selalu connect dengan pacarnya. Entah hanya untuk sms/telpon gak penting seperti ngabarin mau boker, ngabarin mau masak atau ngabarin boker sambil masak. Entahlah.

4. Penceramah Ulung
Kalo ketauan nyerempet selingkuh langsung kultum. Bukan kuliah tujuh menit yang suka ada di waktu menjelang maghrib di bulan puasa, kultum di sini adalah kuliah tujuh minggu. Iya, doi akan ceramahin sang pacar karena kelakuannya yang diketahui doi. Bisa-bisa selama seminggu diceramahin dengan masalah yang itu-itu aja.

5. Selalu Ingin Tahu
Selalu ingin tahu di sini bukan berarti doi selalu beli tahu isi, ya. Bukan juga selalu ingin tahu seperti anak-anak yang masih SD, yang masih pengin tahu banyak hal. Tapi selalu ingin tahu di sini adalah rasa keingin tahuan si doi akan hal-hal apa saja yang dilakukan atau yang akan dilakukan pacarnya. Misalnya banyak nanya kalo si pacar lagi gak bersama si doi.

"Lagi di mana?"
"Jamban."
"Ngapain aja?"
"Ngeden, ngeden, ngeden, kentut, ngeden, cebok."
"Ceboknya berapa kali?"
"......" (kemudian ayan)

Selain itu, rasa keingin-tahuannya bisa ditunjukkan dengan ngecek akun socmed pacarnya, kemudian nanya-nanya sesuatu yang ada di dalamnya yang sebelumnya belum pernah diketahui oleh doi .

6. Punya Banyak Link
Untuk mengkonfirmasi keabsahan kabar yang diberikan si pacar, doi selalu kenal sama temen deketnya si pacar, hal ini tentu saja berguna sekali. Selain untuk menyelidiki kalau-kalau si pacar selingkuh atau curhat tentang cewek lain, punya banyak link juga bisa dimanfaatkan untuk mempermudah akses jika doi punya rencana atau sesuatu yang ingin dilakukan tanpa pengetahuan si pacar.

Contohnya: Si cewek posesif (CP) pengin nge-unshare temen cewek si pacar (CSP), tapi si CP ini gak mau aksinya diketahui si pacar (P), jadi si CP ini memanfaatkan temennya si P untuk melancarkan aksinya yaitu nge-unshare si CSP. Gitu. Rumit ya? Lebih rumit mana sama rumus Fisika? Huehehe

Nah, begitulah kira-kira pengamatan dari Profesor Indra Permana tentang Kelebihan Dari Cewek Posesif. Sebenarnya semua manusia itu punya keunikan masing-masing, entah itu dari hal yang positif atau negatif. Yang terpenting kan dalam sebuah hubungan itu kita bisa saling mengisi dan melengkapi satu sama lainnya.  Karena manusia itu tak ada yang sempurna, yang sempurna hanyalah ........ isi di kolom komentar aja. Terima kasih sudah mau baca sampe akhir postingan, salam olahraga! :D

Thursday, October 9, 2014

Kafe Zaman Sekarang Itu Harusnya Begini

Thursday, October 09, 2014 28
Kafe Zaman Sekarang Itu Harusnya Begini

Di zaman gadget seperti sekarang ini, yang namanya kafe pasti bakalan rame. Kenapa? Karena orang-orang berlomba untuk check-in di path dan posting foto makanan dan minuman dari kafe yang dikunjunginya, ke akun instagram mereka. Bener nggak? Bener kan?

Selain dari yang gue sebutin di atas, alasan kenapa zaman sekarang kafe-kafe bakalan rame adalah karena mungkin masyarakat kita sudah mulai mengerti pergaulan. Mulai dari anak-anak SD sudah pada kenal betul apa itu kafe dan di mana itu kafe. Berbeda jauh dengan zaman gue SD dulu, kafe itu hanya ada beberapa dan hanya orang-orang dewasa saja yang mampir ke sana. Pantas saja sekarang ada istilah cabe-cabean, terong-terongan dan ani-anian. Hmm.

Oke, postingan kali ini gue nggak bakal membahas apa itu cabe-cabean, terong-terongan apalagi ani-anian. Karena Bu Ani sebentar lagi sudah nggak jadi Ibu Negara lagi. Postingan kali ini gue akan membahas tentang "Kafe Zaman Sekarang Itu Harusnya Begini."menurut ThrwBlog. Oke, hal apa aja sih yang harus ada di kafe-kafe zaman sekarang itu? Let's find out!

1. Rasa
Ini adalah hal yang bisa dibilang paling harus diperhatikan oleh pemilik kafe. Jangan sampe para customer kecewa dengan rasa yang disuguhkan dari menu makanan kafe tersebut. Yang nggak kalah pentingnya, rasa dari makanan yang ada di kafe jangan sampe jauh berbeda dari yang seharusnya. Misalnya gue pesen bakso babat, pas gue cobain ternyata rasanya kayak martabak kacang cokelat. Kan aneh.

2. Kenyamanan Tempat
Poin yang kedua ini juga nggak kalah pentingnya dari gosok gigi di pagi hari. Kenyamanan tempat pada sebuah kafe diibaratkan seperti kerangka dan rasa makanan adalah tubuhnya, jadi harus sangat diperhatikan. Karena kenyamanan adalah segalanya. Semuanya bisa saja berawal dari sebuah kenyamanan. Contoh konkretnya adalah sebuah hubungan percintaan. Tapi, kenyamanan harus terdiri dari dua arah, dan nyaman aja nggak cukup. Nanti kena friendzone. Sakit men.

3. Varian Menu
Sajikanlah varian menu yang sesuai dengan zaman sekarang. Orang-orang zaman sekarang kebanyakan pengin makan makanan yang agak ke-barat-barat-an, atau ke-luar-neger-ngeri-an walaupun masih ada juga orang yang mencintai makanan khas Indonesia atau daerah tertentu. Jangan sampe ada kafe yang menawarkan menu makanan zaman peradaban kuno, apalagi makanan pada zaman batu. Bisa-bisa kafenya sepi dan cepat gulung tikar sama karpet-karpetnya. Kesian juga sama Food Photographer jadi nggak bisa ngambil angle yang keren untuk dipost di instagram atau blognya. Lebih kesian lagi cabe-cabean yang gak bisa ngepost foto makanan atau minumannya ke instagram.

4. Wi-Fi & Colokan
 Nah, ini nih. Ini harus sangat diperhatikan. Kenyamanan sebuah kafe di zaman sekarang bisa dinilai dari dua faktor ini; kecepatan Wi-Fi berbanding lurus dengan banyaknya pengunjung dan banyaknya colokan sama dengan banyaknya calon pengunjung.

5. Harga
Harga adalah sesuatu yang sangat vital untuk kita jika hendak membeli sesuatu. Harga juga sangat sensitif sekali untuk mereka kalangan mahasiswa (termasuk gue) yang pergi ke kafe hanya beberapa kali dalam sebulan.

Nah, dengan adanya postingan ini mudah-mudahan para pemilik kafe dapat membaca dan mempertimbangkan kembali harga-harga yang ditawarkan di kafe-kafe mereka agar disesuaikan dengan kantong kami yang nggak seberapa. Ya kan gini-gini juga pengin maen di kafe biar gaul gitu. Jangan sampe ada kejadian nongkrong asik di kafe, pas pulang jadi telanjang bulat karena nggak bisa bayar dan harus ganti rugi dengan pakaian kita.

.....

Oke, kayaknya segitu aja dulu postingan kali ini. Semua poin di atas semata-semata hanya untuk hiburan dan semata-semata kamu ada beleknya tuh! Oh iya, kali aja ada yang mau nambahin nih apalagi yang harus ada di sebuah kafe pada zaman sekarang. Share di komen, yak! Jangan lupa share juga postingan ini ke facebook, twitter atau google plus. Thanks! :D

Tuesday, September 30, 2014

Internet Lelet? Bikin Video Aja!

Tuesday, September 30, 2014 17
Internet Lelet? Bikin Video Aja!

"Ke mana aja gue baru posting lagi?"
"Ada, kok. Nggak ke mana-mana."
"Terus kenapa jarang posting di blog?"
"Jaringan provider internet langganan gue lagi centil, nggemesin."

Hmm.. kali aja ada yang nanyain ke mana gue selama dua minggu ini. Percakapan tadi adalah jawabannya. Sebelumnya gue juga udah pernah nulis atau ngomel lebih tepatnya di postingan gue sebelum-sebelum ini yang menjelaskan secara gamblang tentang alasan gue jarang boker ngeblog dan blogwalking. Yaitu karena jaringan. Shitmen.

.....

Gue termasuk orang yang amat sangat cepat merasa bosan akan suatu hal dan gue juga termasuk orang yang paling males untuk males-malesan, bawaanya pengin gerak terus. Pengin melakukan sesuatu yang bisa bikin badan gue bergoyang bergerak. Makanya kalo gue lagi gak ada kegiatan, bawaanya suka pengin gali sumur aja gitu di pinggir tol. Oleh sebab itu, selama gue gak ngeblog, gue tetep berkarya dengan apa yang gue bisa #hanjis #soasik. Gue mencoba mensiasatinya dengan membuat video-video random. Yoi, gue juga ikut meramaikan dunia per-video-an yang lagi rame banget akhir-akhir ini.

Jadi, gue mulai upload video-video random lagi ke akun youtube sama instagram gue. Walaupun sekarang masih beberapa, gue berharap bisa terus konsisten bikin videonya. Karena dari dulu juga gue udah seneng banget bikin video-video random, bahkan di channel youtube gue pun sudah dibikin playlist #ShortRandomVideo yang sengaja gue bikin untuk video-video random gue yang berdurasi pendek. Contoh videonya kayak gini:

Nah, yang di atas itu contoh video genre comedy, kalo yang di bawah ini yang agak serius nih karena menyangkut pernikahan. Monggo disimak baik-baik.



Gimana, guys? Dari kedua contoh video-video gue di atas, lebih suka yang mana? Yang pertama, kedua apa kelima? Kalo suka, bisa banget loh subscribe video youtube gue di sini --> "indrathrw on YouTube" atau follow instagram gue yang khusus video di sini --> "indrathrw on Instagram".

Nah guys, kurang lebih video-video gue itu semacam begitu. Mohon maap kalo di videonya masih ada yang kurang rapi atau kurang garam. Gue masih belajar banget ngedit-ngedit video. Maklumin, ya. Tapi gue akan terus berusaha lebih baik untuk video-video gue berikutnya. 

Kayaknya segitu aja dulu postingan gue kali ini. Ditunggu sekali komentarnya di youtube sama instagram gue. Komen di sini juga boleh banget. See ya next, guys! :D

Thursday, September 18, 2014

Perjalanan Mengejar Gelar Eps. 2

Thursday, September 18, 2014 15
Perjalanan Mengejar Gelar Eps. 2
Buat yang belum tau, cerita ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya yang berjudul "Perjalanan Mengejar Gelar" sila dibaca buat yang belum baca dan yang mau baca, supaya nyambung kayak si Jaka. Jaka Nyambung.

.....

Adzan ashar berkumandang. Seketika gue terbangun dan melirik jam yang sudah menunjukan waktu sore hari. Tak lama kemudian, temen gue pun bangun dan kemudian bergegas untuk mandi setelah gue menyuruhnya.

Gue masih ngesot-ngesot di kasur. Alasannya sederhana, gue masih pengin pelukan sama kasur hotel beserta kantuk yang masih menyelimuti. Kepala mendadak sedikit pusing. Mungkin karena tidur yang nggak begitu lama.

Ponsel gue berbunyi dengan nada dering yang menandakan itu adalah SMS. Gue buka, dan ternyata dari Fitri Teleb, temen kampus gue. Dia SMS gue yang isinya kurang lebih seperti ini, "Ke Horison jam berapa?" dengan cepat gue bales, "Jam 4 kumpul langsung di Horison." setelah SMS dari gue terkirim, tak ada lagi balasan dari Fitri.

Temen satu kamar gue Andi, baru saja beres menunaikan pembersihan badannya yang (lebar) penuh dengan keringat dan daki bekas keringat selama perjalanan yang kemudian bergegas memakai baju yang sudah ditentukan oleh pihak kampus. Oke, sekarang giliran gue yang harus membuang gerah dan daki di tubuh gue.

Dengan tenaga sisa dari tidur siang yang nggak lama tadi, gue menuju ke Toilet. Ada 2 pancuran yang orang-orang bilang itu shower. Bentuknya sudah mulai usang. Shower yang sebelah kiri, yang harusnya untuk mengeluarkan air hangat sudah tak lagi berfungsi. Kedua shower itu airnya dingin. Dan basah.

As always, gue melakukan ritual yang biasa gue lakukan di rumah yaitu nongkrong terlebih dahulu untuk kemaslahatan kandungan perut gue. Dunia harus tahu. 

Selesai mandi, gue langsung memakai baju yang sudah gue persiapkan sebelum mandi. Celana denim, kaos hitam dan almamater (include kolor, pastinya). 

Sementara temen gue sudah pada siap, gue masih bercermin untuk membereskan rambut yang nggak gue keramasin waktu mandi tadi, Andi dan Sopyan menghampiri kamar gue dan itu menandakan bahwa gue harus lebih gerak cepat untuk bergegas pergi ke Horison. Karena waktu sudah hampir menunjukan pukul empat.

Setelah shalat ashar, kita lari-lari kecil menuju Hotel Horison yang berada tepat di depan hotel yang kita tempati.

"Loh, kok sepi?" Tanya gue penasaran.
"Pada belum datang kali, ya?" Temen gue nanya balik.
"Ya sudah yuk buruan masuk!" Timbal gue dengan langkah yang semakin cepat.

Kaki kanan gue menginjakan pintu masuk Hall Hotel Horison. Nggak ada siapa-siapa di dalam sana kecuali seorang cowok dengan bada gempal yang menunjukan arah sebelah kanan yang ternyata banyak orang-orang yang sudah berkumpul dan duduk di atas kursi yang sudah disediakan. Temen-temen sekampus gue yang lainnya pun sudah berkumpul dan sudah menduduki kursi yang sudah dan sedang ditentukan oleh pihak kampus.

Gue mulai duduk di antara ratusan calon wisudawan/wisudawati. Baru saja gue menempelkan bokong ke kursi, tetiba ada yang menyapa di sebelah kanan gue. Ternyata itu temen sekelas gue, Nanan sama Rina. Mereka masih berada di kursi yang belum ditentukan, begitu pun gue yang baru datang. Ada sedikit percakapan antara gue sama Nanan tentang di mana anak-anak kampus menginap. Tak lama gue dipanggil untuk segera menduduki kursi yang sudah diatur untuk tempat duduk gue besok.

Setelah semuanya mendapatkan kursi yang sudah ditentukan, hal-hal yang sangat membosankan pun dimulai. Geladiresik dimulai sekitar pukul empat lebih dan berakhir sekitar pukul enam sepuluh menit.

Semuanya membubarkan diri, berhamburan ke luar ruangan dan menuju ke tempat tujuannya masing-masing. Temen kampus gue masuk ke bus yang mengantarkan ke mana-mana selama di Bandung. Sedangkan gue, Andi dan Sopyan nggak ikut naik bus itu, nggak ikut naik haji juga, karena tempat penginapan kita ada di seberang sana. Lima menis setelah ngobrol-ngobrol bersama temen yang lain, kita bertiga bergegas ke penginapan.

Langit mulai menghitam setelah sempat memerah padam sebentar menyambut matahari yang kian temaram. Udara sudah mulai menurun suhunya, dan kendaraan makin ramai berlalu lalang karena sudah memasuki waktu jam kerja untuk pulang. Pemandangan di depan jalan dan gedung-gedung di sekitar menjadi semakin menarik karena lampu-lampu yang bermacam bentuk mulai menampakkan sinarnya. Gue merasakan waktu senja di kota tetangga dengan senangnya.

***

Pagi tiba, Sang Surya masih belum menampakan sinarnya. Gue buru-buru mandi besar biar bisa santai dulu sebelum berangkat. Setelah shalat shubuh, gue balik lagi ke kamar nyiapin toga yang bakalan gue pake. Ketika gue naik tangga menuju ke kamar, terlihat seorang mas-mas yang membawa nampan, di atasnya terdapat empat potong roti panggang, dua butir telur, dua cangkir teh manis hangat, tiga perak, dua emas dan lima perunggu. Bentuk aslinya kayak gini nih:

Asik, ternyata ada free breakfast juga euy, dalam hati gue. Tapi ternyata, si mas-masnya malah nganterin nampan itu ke kamar lain. Kampret, gue kegeeran. Sakitnya tuh di sini (nunjuk dengkul).

Entah mengapa tetiba gue buru-buru loncat indah ke kamar dan memastikan apakah kamar gue dapet free breakfast apa nggak. Eh, ternyata nggak. Sakitnya tuh di sini (nunjuk dengkul lagi). Dengan rasa penasaran, gue pergi ke kamar sebelah dan eng-ing-eng, mereka sedang asik sarapan dengan menu yang sudah gue sangka-sangka daritadi. Oke, berarti tinggal menunggu punya gue datang aja nih.

Tik tok tik tok tik tok. Jarum jam di kamar berdetak selama lima menit.

Free Breakfast masih belum mampir ke meja kamar gue.

Tik tok tik tok tik tok. Lima menit kemudian pun masih belum juga singgah di meja kamar.

Dengan perasaan yang merasa dirugikan dan dengan oleh keinginan luhur, maka gue memberanikan diri untuk menanyakan jatah Free Breakfast kamar gue itu.

"Mas.. Tolong, mas.. Saya lapar.. Belum makan sedari saya masih berbentuk embrio.." Pinta gue, memelas.
"Yaampun, kasian. Yaudah yuk Mas traktir makan di Restoran Padang." Jawab Mas-mas, penuh iba.

Gak gitu juga, deng. Intinya sih gue nanyain ke Mas-mas hotelnya kenapa kamar 237 belum ada yang nganterin free breakfast, yang kemudian dijawab langsung masnya dengan membawa free breakfast kamar gue. Akhirnya gue bisa perbaikan gizi.

Setelah semuanya beres, semua sudah siap, kita semua berangkat bersama menuju Hotel Horison.

Bersambung...

Saturday, September 6, 2014

Perjalanan Mengejar Gelar

Saturday, September 06, 2014 15
Perjalanan Mengejar Gelar
Pada kalender akademik kampus gue, tanggal 23 Agustus 2014 adalah hari dimana gue make toga. Yoi, 23 Agustus 2014 adalah hari wisuda angkatan gue di kampus. Yass! Akhirnya, nama gue ada embel-embelnya juga. Nama gue jadi gak polos-polos amat kayak serabi.

Tulisan kali ini gue gak bakal nyeritain yang serius-serius. Karena serius udah bubar. Tulisan kali ini gue mau nyeritain perjalanan gue dari mulai berangkat tanggal 22 Agustus sampai ke acara utama pada tanggal 23 Agustus dan setelah-setelahnya. Oke, yuk siapin cemilan sama minumannya, gue mau cerita ke-random-an gue. Hehe.

***

Jauh hari sebelum berangkat,  gue beserta 2 teman gue, sebut saja Andi dan Sopyan (bukan nama samaran, tapi nama pasaran) berencana untuk tidak ikut bersama rombongan di kampus untuk pergi ke tempat dimana nanti gue akan di wisuda, gue memutuskan untuk membelah diri aja dari temen-temen yang lain, yaitu dengan berangkat langsung dengan orang tua/pendamping wisudanya. Karena yang ikut rombongan kampus itu tidak beserta dengan orang tua/pendampingnya.

Alasannya ya biar nanti orang tua kita gak perlu repot-repot berangkat subuh dan nyari-nyari alamat menuju ke tempat wisuda.

Keputusan pun sudah bulat, kami siap melanglang buana menuju Bandung untuk mengarungi perjalanan mengejar gelar. Gue didampingi Mamah, Sopyan didampingi bapaknya dan Si Andi didampingi sang pacar. Ya, si Andi ini gak berprikejombloan dan tidak mempraktekan sikap tenggang rasa terhadap temannya yang masih jom.. eh, single ini. 

***

Tanggal 22 Agustus jatuh pada hari jumat. Gue berangkat pagi sekitar jam 6.15 dari rumah menuju ke tempat pangkalan (bencong) bis yang sering gue tunggangi kalo pergi ke luar kota. Menuju ke pangkalan bis itu gue tempuh dengan menggunakan angkot 08. Gue naik di daerah deket rumah gue yang memang jadi jalur trayek angkot 08. Gak lama kemudian angkot datang, gue dan nyokap buru-buru naik. Pas naik dan liat muka supirnya, kesan pertama yang muncul di pikiran gue adalah itu muka amburegul banget, pak. Kelakuannya apalagi. Semacam tengil-tengil emesiyu gitu. Pokoknya bahrelway-bahrelway.

Angkot sudah terisi penuh dan mulai melaju kencang dengan manuver yang gesit selap-selip tanpa sulap.

Di pertengahan jalan, angkot yang gue sama nyokap tunggangi menyisakan kita berdua, karena anak-anak sekolahan yang sedari gue naik sudah memenuhi angkot mulai turun di depan sekolah mereka masing-masing yang berada di satu wilayah bernama Alun-alun. Oke, dugaan gue ini angkot pasti bakal "ngetem" dulu. Dan yak, praduga gue bener. Hadeuh, mana temen udah pada ngumpul di tempat pangkalan bis. Sempet pengin bilang "Mang, cepetin dong. Saya ketinggalan bis." Tapi si mamangnya malah teriak khas kondektur Metro Mini dengan teriakan gak jelas sambil marah-marah. Anjis, masih pagi udah absurd aja, dalem hati gue bergumam.

Sesampainya di depan pangkalan bis, gue ngeliat temen yang udah nungguin dari tadi. Karena merasa kesiangan, gue langsung nyari bis jurusan Tasik - Jalur Gaza. Errr… Gak gitu juga atuh, Ndra. Oke, gue langsung nyari bis Tasik - Bandung dan langsung naik ke dalam bis biar bisa milih tempat duduk yang nyaman. Baru aja duduk santai, langsung keingetan temen gue satu lagi yang masih belum naik bis.

Tik tok tik tok. Detik waktu berjalan.

10 Menit kemudian.

Temen gue masih belum nongol anunya (baca: batang hidungnya). Lama nunggu sampai bis mulai jalan dan temen gue masih belum keliatan batang hidungnya. Gue telpon, dan ternyata masih di rumahnya. Dengan mental mahasiswa, gue nyoba orasi di telpon untuk terus memprovokasi temen gue buat buruan nyamperin bis karena bis udah mulai jalan.

Tik tok tik tok.

10 menit kemudian.

Yaaas! Dia datang juga. Usut punya usut, telatnya dia ke pangkalan bis adalah karena ban motornya bocor. Ini semacam skenario di FTV, absurd tapi nyata. Tapi tak apa, sing penting dia sudah naik bis dan siap mengarungi perjalanan Tasikmalaya - Bandung.

Sesampainya di Terminal Cicaheum Bandung, kita semua turun dan langsung memburu angkot 01 Kelapa - Ciroyom yang bakalan nganterin kita ke tempat tujuan, Hotel Horison. Seperti biasa, sehabis turun dari bis, akan banyak makelar atau marketing angkot yang nawarin naik angkotnya.

"Ke mana, dek? BSM?" Si Mamang Angkot nanya.
"Anjrit si Mamang ini sotoy koya bangetlah. Emang muka kita ini muka anak mall?" Dalem hati gue.
"Mau ke Hotel Horison, Mang." Lanjut gue.
"Oh, tungguin-tungguin di sini. Naik 01." Timbalnya rusuh.
"Iya, Mang hatur nuhun. Udah tau kok." Jawab gue sambil melengos menuju angkot yang udah datang.

Gue dan yang lainnya buru-buru naik angkot biar bisa jumatan.

Sesampainya di daerah Hotel Horison, kita semua turun dan bayar ongkos biar gak dikira gembel. Langkah demi langkah mengayun bersamaan dengan kebingungan gue nyari tempat hotel yang sudah gue lakukan research sebelumnya. Waktu itu gue dapet dua nama hotel yang harganya miring kek menara pisa dan deket dengan Hotel Horison tentunya. Gue memilih Hotel Rinjani sama Hotel Marala. Kedua hotel itu kelas melati, ya lumayanlah yang penting bisa tidur pulas dan bisa deket sama tempat wisuda.

Tepat di depan Hotel Horison ada sebuah hotel yang gak terlalu besar bernama Hotel Rinjani. Yes! Itu dia hotel yang gue cari-cari. Gue seperti menemukan harta karun dan oase di padang pasir. Tanpa pikir panjang, gue langsung nyebrang menuju hotel itu.

Sesampainya di depan pintu lobby hotel, gue berhenti sejenak dan ngasih tau ke rombongan tentang kisaran harga room termurah di hotel ini, dan mereka setuju. Oke, gue beserta rombongan lanjut masuk ke lobby hotel dan menanyakan room hotel yang paling standard di hotel tersebut. Guess what happen? Ternyata room rate paling standard di hotel itu jauh lebih murah dari yang sudah gue perhitungkan. Gak nunggu lama-lama, gue langsung order 3 kamar.

Tak lama setelah order room, gue beserta rombongan langsung dianterin ke room yang udah di-order tadi.

Pintu kamarnya dibuka. Dengan spontan, dalam hati gue ngomong "Wah, lumayan juga euy ini roomnya. Dengan harga yang segitu, fasilitas yang lumayan dan ternyata we're get free breakfast. I think i've just been a lucky man. Yeah!"

Kurang lebih bentuk kamarnya kayak gini. Please skip manusia yang motretnya.
Setelah si Mamangnya pergi, gue langsung rebahan di kasur tanpa melepas sepatu terlebih dahulu. Temen gue pun.

"Alhamdulillah bisa dapet penginapan yang deket dengan tujuan dan dengan harga yang lumayan murah." Ucap gue sambil tiduran.

"Iya, euy.." Jawab temen gue lemes.

Barang bawaan sudah dibereskan, semuanya sudah rehat sejenak, waktunya jumatan. Oh iya, keberuntungan masih memeluk gue sama temen-temen, mesjid yang sering dipake untuk jumatan di daerah hotel ini ternyata jaraknya deket banget. Sekitar 300 meter dari hotel. Jadi kita gak perlu naik angkot terus naik bis, naik kapal dan naik rakit dulu kalo mau jumatan.

Tak lama setelah shalat jumat, gue beserta rombongan bermaksud untuk cari makan siang. Kita semua jalan-jalan ke luar hotel sambil meraba-raba kali aja ada tukang dagang nasi sama lauknya. Tak jauh dari pintu hotel, ada 2 gerobak yang lagi asik nongkrong sambil menjajakan dagangannya. Di sana ada gerobak yang berjualan nasi padang dan yang berjualan nasi khas sunda. Gue, nyokap sama temen gue Sopyan, memilih untuk membeli makan di gerobak nasi khas sunda. Sedangkan si Andi beserta pacarnya memilih jalan-jalan. Mereka gak ikut makan karena mereka sudah makan sedari pulang jumatan.

Dikarenakan nanti sore akan ada kegiatan gladi resik untuk wisuda besok, kita memutuskan untuk istirahat sejenak hingga sore hari.

Bersambung...

Monday, September 1, 2014

Cara Mengatasi Koneksi Internet Lelet

Monday, September 01, 2014 35
Cara Mengatasi Koneksi Internet Lelet
Bagi seorang blogger dan para penggiat kegiatan di internet lainnya, koneksi internet adalah kebutuhan primer. Bagi manusia kebanyakan, sandang pangan papan adalah kebutuhan primernya. Sedangkan bagi jomblo kebanyakan, kebutuhan primernya adalah gadget, kuota dan sabun. 

Dua minggu terakhir gue gak posting tulisan baru di blog ini. Alasannya standar banget kayak muka gue; jaringannya lagi bobrok. Ya, sekiranya begitulah alasan blogger jadul yang tinggal di kota gundal-gandul amburegul yang koneksi internetnya cuma segitu-gitu aja. Selain jaringan, alasan yang kedua ini adalah alasan yang cukup manusiawi. Seminggu kemarin gue sibuk nyiapin ini itu buat wisuda, dan alhamdulillah wisudanya sudah dan berjalan dengan lancar. 

Woiya, ada sedikit cerita dari perjalanan gue menuju tempat wisuda. Nanti bakalan gue post, mudah-mudahan ada yang baca. Postingannya udah hampir rampung, sekitar 86,9%. Postingan yang satu itu memakan waktu yang banyak, jaringan yang acakadut adalah faktor utamanya. 

Nah, dengan adanya postingan ini sebenarnya adalah dalam rangka mengeluh atas koneksi internet yang makin ke sini makin sulit dimengerti, kurang lebih kayak pacar kamu yang sekarang. Kadang-kadang kecepatannya stabil, kadang-kadang ababil dan hal itu menyebabkan hasrat gue buat nulis makin luntur sesaat. Oke, gue memang lemah kalau masalahnya bersangkutan sama jaringan.

Karena masalah koneksi internet adalah masalah yang harus segera diselesaikan, maka gue harus bertindak secara tegas untuk menentukan kembali provider mana yang seharusnya digunakan. Hmm.. Gue kira cuma cari pacar sama cari calon istri/suami aja yang harus selektif, pilih provider juga harus.

Dengan banyak pertimbangan, gue memutuskan untuk mencari selingkuhannya. Kenapa selingkuhan? Karena selain gue belum bisa lepas sepenuhnya dari provider yang sudah gue pake sedari tahun 2009, provider yang gue pake sekarang ini juga cuma di beberapa waktu tertentu aja down-nya. Mungkin karena sudah banyak orang yang pake. Ini aja ngetik postingannya tengah malem, biar lancar bokernya koneksinya. Mudah-mudahan selingkuhan provider yang ini bisa diandalkan ketika sedang dibutuhkan.


Seiring dengan seringnya gue menghadapi koneksi internet yang lelet, gue jadi semacam punya ilmu baru yang mau gue share khusus kepada kalian yang setia mantengin blog gue ini. #hazeg

Gue mau ngasih tau Cara Mengatasi Koneksi Internet Lelet:
  1. Sabar
  2. Sabar
  3. Sabar
  4. Upgrade bandwith
  5. Jika masih lelet, ganti provider!
Jika cara di atas tidak menunjukan hasil, lakukan terus hingga belut berambut. Sekian.

Btw, gue sangat berharap banyak sama jajaran pemerintahan sekarang yang mengurusi bidang IT. Mudah-mudahan di pemerintahan yang sekarang bisa dapet MENKOMINFO yang bener-bener kompeten di bidangnya agar bisa memberdayakan blogger-blogger fakir koneksi macam gue ini.

Hehehe, ini postingan spontan sekali. Maap jika ada yang tidak berkenan. Nah, kalian pernah gak nih punya masalah yang sama kayak gue ini? Cerita di komen, yuk! :D


Saturday, August 16, 2014

Princes Syahrini: The Queen of Epic

Saturday, August 16, 2014 15
Princes Syahrini: The Queen of Epic
Ulala~ postingan kali ini bakal jadi postingan yang sesuatu sekali. Bisa menjadi postingan yang cetar membahana badai halilintar topan beliung ..... (isi sendiri)

Kemarin pagi, selepas bangun pagi dan melakukan kegiatan rutin, tetiba terdengar suara desahan Miyabi artis yang selalu diberitakan dengan sensasi-sensasi nyelenehnya. Siapa lagi selain Princes Syahrini. Suara desahannya membuat gue terperanjat seketika dari tempat tidur dan segera menuju ruang tengah yang lagi nyiarin Syahrini. God, masih pagi nih.

Dengan muka ganteng dan penasaran, gue langsung nyimak doi yang lagi nayangin foto-foto meme doi yang sempet heboh banget di sosial media. Fakmen, memenya epic-epic. 

Pas lagi nonton berita itu, gue jadi kepikiran sama trafik blog gue. Awalnya gue gak terlalu ngeuh sama trafik blog sebulan ini, dan seminggu terakhir ini juga gue ngerasa aneh, kok kenapa ini postingan yang berjudul "12.12.12 Cetar Membahana~" banyak banget yang nyasar. Baru ngeuh pas kemaren pagi dari pemberitaan di infotainmen. Yassalam.


Pantes aja blog gue jadi lebih banyak yang mengunjungi dari biasanya, bukan mengunjungi sih, nyasar lebih tepatnya. Karena di postingan itu juga gak ada meme Syahrini yang lagi heboh itu. Lah iya, postingannya aja dipublis tahun 2012 lalu. Tapi gapapa, blog gue jadi ramean dikit. Semuanya karena Princes. *salim* *sekalian pinjem Lamborghini-nya*

Ngomongin soal Syahrini, tanggapan gue sih ya bebas-bebas aja. Selama itu bukan sensasi yang menjurus ke hal-hal negatif dan selama Syahrini seneng ngelakuinnya mah, sah-sah aja. Tapi ya namanya juga public figure, mau gak mau pasti bakal banyak orang yang merhatiin dan berkomentar tentang apapun yang dilakukan Syahrini. Pasti akan banyak yang suka dan banyak juga yang gak suka. Kayaknya doi juga udah skip banget sama orang-orang yang gak suka sama doi. Bisa diliat dari bio di instagram PrincesSyahrini.

Woiya, berikut ini beberapa meme Syahrini yang sempet rame banget di berbagai media sosial:






Meme Syahrini yang lagi tiduran itu diambil dari video instagram doi yang lagi liburan di Eropa. Dengan desahan yang khas dan kecentilannya, ini orang bikin video yang gue bilang ini epic abis, karena doi tetiba tiduran dan bilang "I feel free" sambil mendesah dan ngeces. *ngelapin*

Dan meme yang lagi duduk pake kacamata itu adalah foto doi yang lagi umroh. Pada ngehek banget nih yang pada bikin meme yang ini. Pake disamain sama Awug, Gunung Fuji. Hiburan banget.

Dear, teh Syahrini.. Nampaknya teteh juga gak terlalu ngambil hati sama semua meme di atas. Gak ambil pusing juga. Just for fun aja ya, teh. Toh, dengan adanya meme ini juga gak bikin rekening teteh berkurang. Teteh tetep aja banyak duit dan jalan-jalan serta bikin sesuatu yang nyeleneh lainnya lagi, tetep jadi pusat perhatian para pencari berita dunia entertainmen. MERDEKA!!! 

Gimana guys? Komentar kalian gimana nih soal postingan Meme Syahrini kali ini? Tulis di kotak komentar, yo! ~~~\o/

Friday, August 8, 2014

CHSI: Catatan Hati Seorang Indra

Friday, August 08, 2014 24
CHSI: Catatan Hati Seorang Indra
Udah hampir 2 minggu ini gue gak update blog. Bahkan untuk loginnya pun kagak. Mohon maap yang sebesar-besarnya kepada pendiri Blogger beserta staff dan jajarannnya, tak lupa kepada para pembaca setia blog ini (jika ada) dan terima kasih juga buat yang udah sering nyasar ke blog ini yang sekarang udah lebih dari 100K views! Yeah \o/

Di postingan gue kali ini yang berjudul CHSI, kalian gak bakal nemuin yang namanya Mbak Hana atau mungkin Mas Bram yang pernah booming di twitter karena sinetron CHSI itu. Btw, gue belum pernah sekalipun nonton langsung di tv, nontonnya di TL aja, lebih seru. Huehehe.

Eh, bentar. Masih ada yang gak tau CHSI: Catatan Hati Seorang Istri? Nih gue kasih posternya doang. Ada gue loh, lagi nyamar jadi Sharaf eh, Ashraf.


.....

Oke, fokus.

Jadi, selama dua minggu gue menghilang itu karena ada beberapa perkara yang diantaranya adalah hilangnya koneksi internet.

Bagi gue, koneksi internet ini udah jadi kayak kebutuhan banget. Selain karena gue ini internet freak, gue ini blogger #Azeg. Tapi, selama gue kenal internet, gue belum pernah punya modem dan belum pernah berlangganan paket internet bulanan di rumah. Lah terus gimana bisa ngeblog dan macem-macem? Nongkrong di warnet, pinjem modem ke temen atau cari tebengan wifi gratisan.

Dan yak, sekitar 3 minggu ke belakang, modem yang biasa gue pinjem itu ternyata mau dipake sama yang punya, jadinya ya gue gak bisa internetan lagi cuy. Kemaren sempet sih pake hape yang bisa tethering-an, eh sekarang hapenya udah gak ada juga. Sedih gue :D

Perkara yang kedua, gue diriweuhkan sama dua acara mahluk cilik. Adek gue yang kembar, disunat. (baca: dipotong sebagian kulup tititnya) hajatnya bikin riweuh orang-orang di rumah, termasuk gue. Jangankan buat internetan, buka laptop aja kagak. Acara yang keduanya yaitu ultah keponakan gue yang bikin riweuh juga karena harus beli ini itu. Maklum aja, di rumah ini gue adalah seksi humas. Kedua acara itu lumayan menyita waktu gue karena berada dalam satu minggu tepat setelah lebaran kemaren.

Perkara yang ketiga adalah gue tepar. Sangat beralasan sekali kalo gue bakalan tepar di kemudian hari karena seminggu full sibuk. Ditambah lagi sehari sebelum tepar, gue ada project motret prewed di kota tetangga yang nguras otot dengkul gue. Besoknya gue sukses tepar selama 2 hari. Selain karena capek dan cuaca yang lagi gak asik, makanan yang masuk ke perut gue juga gak terkontrol, kebanyakan makan makanan yang membuat panas dalam. Radang tenggorokan adalah hadiah dari dokter setelah gue di-diagnosis.

Alhamdulillah, sekarang gue udah sehat seperti semula. Sudah bisa ngeblog lagi karena udah ada modem. Mudah-mudahan jaringannya gak bermasalah. Biar gue bisa update blog sama blogwalking lagi \o/

Kalo kalian gimana, guys? Apa nih kegiatan setelah lebaran kemaren? Cerita di komen, ya.. :D

Thursday, July 24, 2014

Beberapa Alasan Menjomblo

Thursday, July 24, 2014 28
Beberapa Alasan Menjomblo
Jomblo, spesies manusia terbaru yang ditemukan di dunia kekinian. Jomblo, sejenis manusia yang dihidupnya cuma ada 7 hari 6 malam. Ya, Jomblo tidak mengenal malam minggu, mungkin karena malam itu adalah malam yang sakral bagi kaum mereka, dimana spesies manusia lainnya sibuk komunikasi untuk menentukan tempat dimana mereka akan janjian untuk pacaran. Sedangkan jomblo? Ah, sudahlah..

Ngomongin jomblo memang gak bakal ada habisnya. Yang habis cuma iPhone 6s yang dijual di Roxy dengan harga goceng. Ngomongin jomblo juga sepertinya agak sedikit tabu ya. Iya.

High Quality Jom... Single
Oke, ngomongin soal Jomblo, yang dengan bahasa lembutnya “Tuna Asmara” ini pasti memiliki alibi tersendiri kenapa mereka jomblo. Seperti yang akan gue jelasin di tulisan kali ini, ada beberapa alasan seseorang kenapa mereka Jomblo dan alasan yang akan gue bahas ini terlihat seperti biasa aja, tapi benar adanya. Berikut beberapa alasan menjomblo


1. Fokus Belajar Dulu

Alasan yang satu ini biasanya digunakan bagi mereka para Jomblo yang masih dalam masa belajar. Tapi menurut gue, alasan ini memang harus digunakan karena Jomblo setingkatan mereka ini harus benar-benar fokus belajar. Kalo nggak, nanti kejadiannya mereka malah jadi manusia yang mengalami penuaan dini. Selain itu, mereka ini masih labil. Kalo putus, terus jadi cabe-cabean, siapa yang disalahin? Gue? Temen-temen gue? Keluarga gue? Hah?!


2. Nyenengin Orang Tua Dulu

Untuk alasan yang satu ini, ini sangat mulia sekali. Jomblo seperti ini menurut gue berhak mendapatkan piagam penghargaan adipura. Jomblo yang menggunakan alasan seperti ini sepertinya memilki kecintaan dan kedekatan yang lumayan teramat sama keluarga mereka. Mungkin mereka ingin melihat keluarganya bahagia, kemudian mencari pasangan yang bisa membuat si Jomblo ini bahagia. Semua bahagia. Horeee... *hening*


3. Mau Ngembangin Diri Dulu

And yeah, sekalian aja ghuwe mau numpang curhat di alasan yang satu ini HAHAHA. Yoi, ini adalah salah satu alasan gue kenapa gue selama sepuluh satu tahun ini men-single. Ya karena ini. Gue ngerasa gue masih pengen ngejar passion gue dulu, mau ngembangin diri dulu, mau gali bakat apa yang gue punya, sesuatu apa yang gue suka, mumpung masih muda. Jadi gue lebih memilih menjadi single dulu. Ya, walaupun bisa aja sih ya ngembangin diri dengan tidak jadi single juga, jadi ada yang nyemangatin gitu. Hmm.. Iya juga, sih. Tapi gue ini termasuk orang yang belum pinter membagi waktu, apalagi membagi hati #eaaaaa so, gue gunain alasan ini untuk menjadi jomblo single dulu. Gitu.


4. Gak Laku-laku

Oke, untuk alasan yang terakhir ini gue gak bisa banyak ngasih komentar atau penjelasan lebih banyak karena untuk alesan ini menyangkut dengan takdir masing-masing. But wait, gue masih ngasih tips singkat untuk jomblo yang menggunakan alesan ini. Here we go.

a. Ngaca. Jangan terlalu memasang selera tinggi. Nanti roboh (hatinya)

b. Gali potensi diri luar dalam dan jadilah diri sendiri.

c. Jika masih gagal, coba kembali ke point a.

Yeap, kayaknya itulah beberapa alasan yang banyak jomblo-jomblo pake jika ditanya kenapa mereka menjomblo. Alasan ini versi BlogThrw, jika ada kesamaan alasan, itu diluar tanggung jawab gue. Hehe

Oh iya, mungkin ada yang mau nambahin alasan kenapa menjomblo? Share di komentar, ya..

Sunday, July 13, 2014

Ketika Ucapan Menjadi Doa

Sunday, July 13, 2014 23
Ketika Ucapan Menjadi Doa
Banyak sekali yang gak sadar bahwa ucapan bisa saja menjadi sebuah doa. Percaya gak? Kalo gue pribadi sih percaya banget. Karena gue ngerasain sendiri. Oke, daripada bingung dan ngambang kek si kuning, gue mau sedikit cerita tentang pengalaman gue terkait judul postingan kali ini.

Gue adalah orang yang bisa dibilang optimis tapi realistis. Sifat itu muncul karena gue ini termasuk orang yang banyak maunya. Pengin ini, pengin itu. Mau ini, mau itu. Nah, karena banyak keinginan itulah gue jadi orang yang optimis tapi tetep realistis. Masih bingung? Contoh: Gue pengin nih pacaran sama Pevita Pearce. Ya mungkin aja sih ya kalo Tuhan udah berkehendak, tapi tetep harus realistis.

.....

Oke, mulai cerita.


Dulu, gue punya cita-cita menjadi seorang Pilot. Cita-cita yang mainstream banget di kalangan anak TK sama PAUD. Pokoknya Pilot, Dokter, Polisi dan Presiden adalah cita-cita favorit anak-anak pada zaman gue TK dulu, beda sama anak-anak sekarang yang cita-citanya pada pengin jadi Artis, Model, Penyanyi dan pekerjaan dunia entertainment lainnya. Seiring beranjak dewasa, gue udah gak ngeuh lagi dah sama cita-cita jadi Pilot, mungkin karena gue ikut-ikutan dan biar terlihat keren aja kalo ditanya ce' gu. Duh, Upil-Ipil kali, ah.

Belajar dari cita-cita gue waktu kecil yang gak kesampaian itulah gue mencoba punya cita-cita (gue lebih enak nyebutnya dengan keinginan) yang kecil-kecil aja dulu, tapi bisa dengan mudah diraih.

Gue punya keinginan dari hal-hal yang sederhana, sekenanya gue ngomong aja. Gue sempet pengin punya kamar sendiri, dan alhamdulillah sekarang udah punya. Iya, dulu gue sempet punya keinginan sebegitu polosnya. Selain itu, dulu juga gue sempet ngomong "Duh, kayaknya enak ya makan di food court. Abis capek jalan-jalan, terus makan enak." Gue pengin ngerasain makan di food court, dan alhamdulillah sekarang udah kesampaian juga. 

Satu lagi deh, 3 tahun yang lalu gue sering kali mengucapkan "Gue pengin kuliah, gue pengin kuliah, gue pengin kuliah!" setiap malam sebelum tidur. Alhamdulillah, kesampaian juga. Sebenernya kalo dilihat dari kondisi finansial keluarga gue waktu itu sangat tidak memungkinkan untuk melanjutkan sekolah. Ijazah aja masih ditahan di sekolah, gimana mau kuliah. Tapi gue selalu yakin, pasti akan ada jalan. Niat baik pasti akan banyak jalan membentang luas. Asal percaya dan fight for it.

Selain dari ketiga keinginan gue tadi, masih banyak lagi keinginan-keinginan gue yang alhamdulillah udah kesampaian. Gue menuliskan semuanya di sebuah buku yang gue sebut dream note. Seneng deh kalo beberapa tahun kemudian gue buka lagi dream note itu dan men-ceklis-ceklis wish list gue yang udah kesampaian. \o/

Ingat, lebih baik mengucapkan dan tekadkan yang baik-baik, ya. Karena gak hanya ucapan yang baik saja yang bisa jadi sebuah doa dan kemudian diamini. 


Nahloh! hati-hati ya guys sama ucapanmu. Mulut-mu Harimau-mu. In the end of this post, gue mau mengajak temen-temen yang membaca postinga ini, mari kita sama-sama menjadi generasi optimis! Asal yakin dan benar-benar berusaha, maka semesta akan mengaminkan ucapan kita yang menjadi sebuah doa. Ada quote luar biasa yang selalu jadi prinsip gue selama ini. Quote ini gue dapet dari +Alexander Thian di twitternya @aMrazing.

"If you really want it, you will fight for it. 
You, will find a way."

Saturday, July 5, 2014

Cerita Kenalan Sama Si Socmed

Saturday, July 05, 2014 41
Cerita Kenalan Sama Si Socmed

Hae, gaes! Balik lagi sama gue si ganteng yang gak pernah diketahui kegantengannya. 

Abaikan.

Gue ini adalah orang yang seneng banget sama internet dan apapun yang ada di dalamnya serta apapun yang berkaitan dengannya. Awalnya gue kenal internet itu sekitar 2006, waktu gue SMP. Dan situs pertama yang gue buka adalah primbon.com, itu guru TIK gue yang ngasih tau. Ampunilah ia yang sudah mengenalkanku akan hal-hal gaib dan nyerempet musyrik. Woiya, email pertama gue waktu kenal internet adalah email dari plasa.com yang sekarang gak tau kemana itu situsnya.

Seiring lebih dekat dan mengenalnya gue dengan internet, gue mulai buka situs-situs pornografi sosial media dan situs menarik lainnya. Sosial media yang gue kenal pertama kali adalah friendster. Friendster adalah sosial media pertama yang gue tau, itu juga dikasih tau sama temen gue. Setelah gue bikin akun friendster, gue mulai keranjingan maen begituan dan mulai menjadi pelanggan tetap warnet di deket rumah.

Friendster adalah tempat gue melewati fase aL4Y gue, kenapa aL4Y karena display name gue waktu itu lebih cocok disamain sama rumput yang bergoyang terus kena tai kebo dan keinjek pak tani. Kalo gak salah nama Display Name di FS gue itu [T][h][R][w] apa gitu gue lupa. Pokoknya ya lebih rumit dari sandi morse dan Sandhy Sandoro.

Selain friendster, gue juga tau yang namanya ning.com yang dulu banyak banget dipake buat bikin situs komunitas-komunitas. Gue pernah bikin satu situs fans club yaitu fans clubnya si Lintar yang jadi peserta di Idola Cilik 3. Nah, dari sana gue mulai suka yang namanya edit-edit halaman web.

Di tahun 2009, gue udah mulai kenal blog, facebook dan twitter. Gue mulai ngeblog sekitar bulan maret 2009. Blog pertama gue adalah yang sekarang kalian kunjungin dan baca ini. Awalnya gue bikin blog itu karena terinspirasi dari seorang blogger yang jadi bintang tamu di acara Talk Show di salah satu stasiun tv yang gak sengaja gue tonton, gue lupa siapa namanya, tapi kayaknya sih Raditya Dika.

Isi blog gue juga dulu cuma hasil copast dari google (tapi udah gue hapusin semua artikel yang hasil copast) selain itu ya cuma curhat-curhat gak jelas yang sampe sekarang masih ada, silakan blusukan ke arsip blog gue kalo mau baca-baca. Untuk lebih jelasnya tentang cerita awal mula gue ngeblog bisa dibaca di page Tentang Thrw dan ThrwBlog.

Mulai tahun 2009, gue resmi jadi anggota sebuah warnet di deket rumah dan punya ID Card. #AnakWarnetGarisKeras ~\o/

Facebook

Gue join di facebok sekitar tahun 2009-an. Alhamdulillah di facebook ini gue gak pake nama dengan sandi-sandi pramuka kayak di friendster lagi. Sempet keranjingan juga sama yang namanya facebook. Sampe-sampe sekarang friends-nya udah full dan terpaksa gue bikin akun facebook baru yang gue pake sampe sekarang. Kalo yang dulu gue temenan sama siapa pun, yang ini gue khususin buat gak sembarang add orang. Hehe kayak artis kan gue? Khak!

Twitter

Akun twitter juga gue dapetin di tahun yang sama. Tapi, dulu gue belum ngerti cara makenya dan gak se-booming kayak sekarang ini. Dulu, akun twitter punya gue cuma dipake buat nyampah status gak jelas doang yang isi tweetnya cuma "Lapar" "Haus" "Mules" "Cebok" "Ngeden" dll. Oiya, jadi inget zaman awal-awal mulai pake twitter, gue kalo mau nge-RT tweet orang, gue tulis ulang dulu tweet yang mau gue RT, diafalin dulu, karena dulu gue cuma taunya twitteran itu pake mobile.twitter.com doang yang gak ada fitur RT comment, belum tau twitter client lainnya kek TweetDeck yang ada fitur RT comment-nya. Alhamdulillah makin ke sini, gue makin mendapatkan pencerahan tentang dunia per-twitter-an, mulai ngtweet di jalan yang benar. Dengan akun @indrathrw yang gue pake sekarang, udah lumayan banyak menghasilkan barang-barang gratis karena gue sering ikutan kuis huehehe #IndrathrwCintaGratisan. Khak!

Tahun 2009 pokoknya tahun gue kenal lebih jauh tentang internet. Segala sosial media di-join-in, setiap hari gue ke warnet, setiap ke warnet gue pake paket langganan, pokoknya gue keranjingan banget dah sama internet di tahun itu, terutama blog. Di tahun yang sama, gue juga mulai tau blogger-blogger keren kayak Raditya Dika, Benakribo, Shitlicious, Diana Rikasari, dll

Makin ke sini, blog yang masih sering gue isi cuma ini. Sosial media cuma facebook sama twitter doang. Sesekali gue suka ngisi YouTube Soundcloud sama Tumblr juga. Kemarin-kemarin gue juga suka maen instagram, tapi karena sekarang gadget gue gak bisa maen begituan, dengan alasan yang gak bisa gue sampaikan. Pokoknya gue ini anak sosmed banget lah *benerin dasi* *dasi goreng*

Keranjingan boleh, tapi kita juga harus selalu mawas diri, dunia maya adalah dunia yang yang samar dan gak nyata. Hati-hati dengan data-data yang sifatnya pribadi banget dan gak layak untuk konsumsi publik (baca: dunia maya) takutnya ada pihak yang menyalah gunakan. 

Nah, kira-kira begitulah sedikit ringkasan cerita gue kenal sama internet, blog dan sosial media. Kali aja nih ada yang mau kenalan sama gue, bisa add/follow/subscribe akun sosial media ini nih:
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Instagram
  4. Soundcloud
  5. YouTube
Kalo kalian gimana nih ceritanya? Display name di Friendsternya apaan? Atau pernah aL4Y di socmed juga gak? Yok, ah share di komen!

Saturday, June 28, 2014

Marhaban Ya Ramadan

Saturday, June 28, 2014 13
Marhaban Ya Ramadan
Woooh! Ramadan tiba. Gue dan banyak orang lain di dunia pasti merasakan hal yang sama senangnya,  karena kita mulai menghadapi bulan yang ditunggu-ditunggu. Ramadan tiba!

Buat gue, ramadan adalah bulan yang istimewa sekali, selain karena ini adalah bulan yang suci untuk umat muslim, di bulan ramadan juga akan banyak sekali sesuatu yang bakalan ada dan itu hanya di bulan ramadan. Tentang sesuatu dan kegiatan yang bakalan ada hanya di bulan ramadan udah gue singgung di postingan sebelumnya yang berjudul "Ramadan Sebentar Lagi", monggo dibaca.

Di postingan kali ini gue cuma mau ngucapin,

Maap-maap kalo gue ada salah sama kalian pembaca blog gue yang mungkin secara gak sengaja gue nungging #eh nyinggung perasaan kalian dengan tulisan-tulisan gue. Maapin, ya..

Oh iya, di bulan ramadan kali ini gue gak ada tuntutan rutinitas perkuliahan, karena kuliah udah beres dan kerja juga belum. Kayaknya gue bakal punya banyak waktu untuk melakukan hal yang mudah-mudahan bisa jadi sebuah karya. Entah itu postingan blog yang biasanya seminggu sekali di-update, bisa jadi seminggu 2 kali.

Selain nulis postingan, mungkin nanti gue bakal ngepost video di channel YouTube gue di http://youtube.com/indrathrw, yang mau latihan subscribe monggo. Oh iya, gue juga bakal ngisi SoundCloud gue di http://soundcloud.com/indrathrw. Pokoknya yang bisa menjadi sesuatu. Silakan pantengin kalo mau. Hehehe.

Eh, gimana nih udah pada beli baju buat lebaran belum nih? Belum, ya? Hahahasamahahaha. Oh iya, gue punya tips nih buat yang pengin kuat puasanya sampe maghrib. Tipsnya cuma satu sih, pas udah makan sahur, sisain nasi sama rendang satu piring di sela-sela gigi. Kalo lapar, ya tinggal sedot aja. Beres. Udah ah, gue mau pawai obor dulu ke Jalur Gaza ~~~\o/

Monday, June 23, 2014

Lika-liku Ngeblog

Monday, June 23, 2014 40
Lika-liku Ngeblog

Hae, guys! Wah udah lama nih gue gak cerita-cerita di sini. Cerita lagi, ah. Gue mau nyeritain waktu awal-awal gue ngeblog sampe sekarang nih. Dibaca, ya. Mudah-mudahan ada manfaatnya dan bisa jadi motivasi kalian buat terus ngeblog \o/

Udah hampir lima tahun gue ngeblog, udah ratusan postingan yang ada di blog ini, blog itu dan blog gue yang lainnya. Postingannya juga udah macem-macem tulisannya, judul sama isinya apalagi. Lima tahun itu lumayan lama, ya walaupun gue sempet banget ngalamin naik turunnya semangat ngeblog dan nulis, gue bertekad akan terus ngeblog.

Waktu awal-awal ngeblog, gue bisanya cuma copy paste dari sumber lain, mungkin karena dulu gue belum tau betul apa itu blog dan fungsinya. Awal gue ngeblog itu kira-kira waktu masih kelas 2 SMA, cerita lengkapnya bisa baca di halaman Tentang Thrw dan ThrwBlog. Dulu blog gue sepi banget, lebih sepi dari gadget jomblo. Visitor gak ada, komentar apalagi. Tapi dulu gue masih terus aja ngeblog walaupun cuma sekedar cerita-cerita gak penting. Niatnya sih ya karena gue seneng berbagi aja.

Makin ke sinian, sedikit banyak gue mulai ngerti tentang apa itu blog, ngeblog itu ngapain dan harus gimana. Mulailah gue cari tahu tempe tentang seluk beluk dunia blog. Yang pertama kali gue temuin waktu itu adalah Indonesian Matters. Sebuah website blog directory gitu pokoknya, yang nampilin blog-blog yang keren-keren. Jadi ada semacan score, tiap blog memiliki score masing-masing yang diambil dari beberapa penilaian.

Di blog directory Indonesian Matters gue nemuin blogger-blogger yang pasti kalian juga bakalan tahu. Gue nemuin Diana Rikasari, Benakribo, Raditya Dika dan blogger lainnya. Gue coba liat-liat semua list blog yang ada di sana. Semuanya keren-keren euy. Mulai dari tampilan, bacaannya, semuanya. Pantes aja bisa masuk rank teratas. Nah, dari sana gairah gue untuk ngeblog semakin kuat.

Gue mulai ngedit-ngedit template blog yang tadinya gue pake template bawaan, gue mulai nyari-nyari template yang keren biar para pengunjung bisa betah ya at least tampilannya ngebetahin walaupun tulisannya gak bagus-bagus amat. Nah, dari keinginan itulah gue mulai nekat maen HTML sama CSS dengan sotoynya dan alhamdulillah sedikit banyak gue mulai ngerti tentang HTML.

Dulu, setelah dengan sotoynya gue ngedit-ngedit template, gue malah jadi keseringan ngedit template blognya daripada nulis postingannya. Dikit-dikit edit template, dikit-dikit ganti template. Postingan mah dianggurin. Segala widget ditempelin. Jam, kalender, flash, foto, video, musik, pet dll. Pokoknya sidebar gue rame dan numpuk, alhasil blog gue berat dan sepi pengunjung. Karena emang belum pernah ada visitor huehehe.

Suatu saat, gue nemuin template yang gue rasa keren dan betah diliat. Setelah problem template beres, sekarang gue mulai ngisi-ngisi postingan. Yang udah dari dulu sering maen ke blog gue yang ini, pasti tau gimana postingan gue zaman awal-awal ngeblog, isi postingannya paling ada dua paragraf dengan tanda baca sama penulisan yang masih acak-acakan, kadang-kadang postingannya cuma berisi gambar atau foto, kadang-kadang quote gak jelas. Pokoknya masih acakadut, buat yang penasaran bisa buka tulisan gue dari awal dan bisa bandingin deh dengan tulisan gue sekarang.

Setiap blogger pasti pernah mengalami blog sepi, entah itu sepi pengunjung atau sepi komentar, begitupun gue. Waktu awal-awal ngeblog, blog gue sepi banget, komentar tak ada yang nyantol satupun. Saking sepi dan pengin banget ada komentar, gue sempet bikin perjanjian sama temen sekolah gue untuk saling mengkomentari postingan di blog masing-masing. Sampe-sampe gue pernah nulis postingan tentang komentar yang sepi dan nyuruh pengunjung untuk ngomen di blog gue dan yeah, akhirnya ada juga yang kometar, tapi shit! Itu temen gue sendiri yang pake nama orang lain Fakmen!

Blog masih sepi, tak ada satupun komentar yang menepi. Gue masih ngeblog dan masih nyari tau gimana caranya supaya blog rame dan banyak komentar. Tiap hari gue cuma buka blog Benakribo, Diana, Raditya Dika. Kemudian gue tau Irvina dari Bena. Singkat cerita, gue nge-add facebook Vina yang sekarang jadi Ratu Kancut di Kancut Keblenger. Nah, pas vina bikin grup Kancut Keblenger di facebook, gue coba join di komunitas blogger itu yang anggotanya masih seratusan. Yoi, gue bisa dibilang angkatan pertama Kancut Keblenger. Dari sinilah blog gue mulai rame. Mulai ada yang ngunjungin, mulai ada yang ngomentar. Azek. Thanks Kancut!

Dari Kancut Keblenger gue mulai mengenal blogger-blogger keren lainnya, dari sana juga gue mulai makin tahu gimana ngeblog, gimana nulis postingan yang baik dan benar, gimana caranya bisa konsisten ngeblog, dan lain-lain. Dari semua itu, perlahan tulisan gue mulai berubah menuju jalan yang benar. Tapi..

Males ngeblog mulai datang.

Jarang posting.

Beberapa bulan gak posting.

Beberapa bulan gak log-in.

2013 gue mulai berniat untuk serius ngeblog. Gue beli domain http://indrathrw.com pada tanggal 6 November 2013 dengan niat supaya gue punya tanggung jawab sama blog. Karena domain itu dibeli, gue jadi punya acuan biar bisa aktif ngeblog lagi dan gak sia-siain domain yang udah dibeli tadi. Domain itu gue pake buat blog gue yang pake Wordpress, sekarang udah jarang gue update karena gue udah terlanjur betah pake blogger dan udah mulai konsisten ngeblog seminggu sekali dari pertengahan mei yang lalu di blog ini.

Balik lagi ke blog "sebelah"

Postingan di blog "sebelah"bisa dibilang postingan yang tulisannya udah lumayan bener, yaiyalah wong belajar nulisnya di blog yang ini, jadi di blog "sebelah" udah mulai lumayan bener. Khak!

Untuk menguji tulisan, gue mulai coba-coba ikutan lagi lomba blog ke sana ke mari membawa alamat mulai dari lomba blog kecil-kecilan sampe yang gede-gedean. Hasilnya? Belum ada. Mungkin karena tulisan gue masih terlalu biasa aja. Gue menyadari itu. Gue mulai mutusin untuk gak dulu ikutan lomba-lomba blog, gue mau belajar nulis dulu yang bener. Sampe pada suatu ketika, bulan maret lalu gue mulai ikutan lomba kecil-kecilan berupa birthday give away dan dapet juara 2, gue seneng setengah mati. Waktu itu gue belum ngeliat apa hadiahnya, udah bisa jadi pemenang juga udah seneng. Kemudian bulan mei lalu, gue juga ikutan lomba blog yang diadain @UzoneID bersama Telkom, Alhamdulillah.. gue dapet juara pertama. Gue seneng setengah mati. Sebenernya gue ini banci kuis banget, dari twitter juga udah sering banget ikutan dan menang kuis-kuisan, tapi ini beda. Pokoknya gue norak banget lah pas gue dapet pemberitahuan pemenang lomba blognya. Ini prestasi, ini apresiasi. Oh iya, blog yang dipake buat ikutan lomba ngeblog itu blog "sebelah", tapi gak apa-apa, kan yang nulisnya gue-gue juga, iya kan? Hahaha.

Di hari yang sama dengan pengumuman pemenang lomba blog dari @UzoneID, gue dapet email yang berisi sebuah undangan kerjasama dari perusahaan fashion online. Mereka menawarkan untuk kerjasama sama blog gue yang ini, untuk mempromosikan salah satu kategori fashion di website mereka, cek postingan sebelum ini. Kemudian 3 hari setelah itu, gue dapet email dari perusahaan yang sama dengan subject yang sama yaitu undangan kerjasama, tapi untuk yang kali ini dengan blog "sebelah" gue. Yeah, paid post \o/

Gue bener-bener dapet moodboster buat ngeblog, mungkin ini semua berkat ketekunan ngeblog selama ini, dan sekarang gue jadi semacam punya tanggung jawab seperti yang udah gue ceritain di atas.

***

Berhubung blog "sebelah" udah gak pernah gue update dan gak pernah keurus, gue berencana untuk pake domain http://indrathrw.com untuk blog ini. Karena gue mau mulai fokus nulis lagi di sini.

Inti dari tulisan gue di atas yaitu gue cuma mau share pengalaman gue selama ngeblog yang udah hampir 5 tahun ini. Syukur-syukur bisa memotivasi kalian untuk terus semangat ngeblog wahai pembaca setia blog gue ini hehehe. Btw, kalian pernah juga gak ngalamin seperti yang pernah gue alamin di atas selama ngeblog? Yuk mari share di komentar ya bro, sist..

Saturday, June 14, 2014

Ramadan Sebentar Lagi

Saturday, June 14, 2014 53
Ramadan Sebentar Lagi

Hai, guys! 
Muter balik lagi sama gue, Indra yang gak pernah Brugman.

Wah gak kerasa, ya bentar lagi kita bakal mengahadapi yang namanya bulan Ramadan. Bulan dimana umat muslim diwajibkan untuk memenuhi kewajibannya yaitu berpuasa. Walaupun euforia-nya gak terlalu kerasa banget karena adanya 2 agenda jangka panjang yang bisa menyita perhatian. Apakah ituuu? Yak, betul. Piala Dunia 2014 sama Pilpres. Keduanya akan berlangsung selama bulan Ramadan. Yeah, bulan Ramadan tahun ini pasti seru.

Ngomongin soal bulan Ramadan, gue berharap banget kalo tahun ini lebih seru dari tahun kemaren. Tahun kemaren gue disibukkan dengan rutinitas yang membosankan. Pagi kerja, sore kuliah sampe malem, rehat bentar, tidur, sahur, tidur bentar, kerja lagi. Gitu terus selama sebulan. Nah, makanya tahun ini harus seru. Mudah-mudahan aja dengan adanya Piala Dunia 2014 bisa nambah keseruan.

Di bulan Ramadan nanti, pasti yang namanya jalanan bakal rame di sore hari, banyak orang yang akan jalan-jalan sore dan akan banyak jajanan-jajanan khas bulan Ramadan berjejeran di pinggir jalan. Tinggal dipilih-pilih aja. Biasanya sih jajanan-jajanan itu buat makanan/minuman pembuka atau biasa kita sebut dengan Takjil. Ini nih beberapa makanan/minuman yang sering ada di bulan Ramadan:
Sumber
Sumber
Duh, bulan Ramadannya aja belum, gue udah ngiler duluan. Makin gak sabar aja pengin cepet-cepet bulan Ramadan. Hehehe.

Oh iya, satu lagi yang akan banyak dikerubungi orang-orang banyak di bulan Ramadan nanti. Toko baju sama mall-mall. Iya, ini udah jadi kebiasaan masyarat Indonesia. Mereka biasanya berburu pakaian buat lebaran nanti. Biasanya yang ribet ngurusin begian ini cewek-cewek, terutama emak-emak. Kayak emak gue noh yang suka ribet sendiri sama hal-hal kayak gini, bukan apa-apa, gue males euy harus nganterin ke sana ke mari, belum macetnya, belum nyari parkirnya. Padahal kan sekarang di Indonesia udah banyak online store, tinggal liat dan order di rumah aja depan komputer, gampang. Barang yang emak gue cari selain baju adalah hijab kurang lebih yang kayak gini-gini:
Koleksi hijab zalora
Koleksi Hijab Zalora
Karena gue gak ngerti masalah beginian, gue buka aja situs jual beli online Zalora, terus kasih liat koleksi hijabnya ke emak gue biar bisa pilih-pilih. Dengan begitu kan gue jadi gak perlu macet-macetan, desak-desakan diantara emak-emak yang brutal berbelanja. Kalo dengan belanja online, gue jadi bisa selow di rumah, wong tinggal klik www.zalora.co.id. Cara ordernya juga gak ribet. Hehehe.

Jadi, gimana nih guys? Siapa aja yang nungguin banget datangnya bulan Ramadan yang udah sebentar lagi? Oh iya, mungkin kalian mau nambahin apa aja yang akan ada di bulan Ramadan nanti.. Share di komen, ya! \m/

Sunday, June 8, 2014

Pindah Bersama Kenangan

Sunday, June 08, 2014 4
Pindah Bersama Kenangan

Pagi itu seperti biasa gue dibangunin suara mamah yang lantang. Ya, seperti biasa pula gue bangun seketika dan guling-guling dulu di kasur karena masih ngantuk banget. Lima menit kemudian gue langsung bergegas untuk manasin motor dan mamah gue masih aja teriak. 

"AA... AYO BURUAAAAAN" 
"AUWOOO UWOOO" 

Oke, yang terakhir itu fiktif belaka. Hal ini sudah jadi rutinitas gue setelah gue sudah gak kerja dari dua bulan yang lalu.

Dengan pasang muka bantal yang mungkin masih ada secuil belek dan setetes iler yang nempel, gue berangkat nganterin mamah ke pasar. Sesampainya di pasar, gue dikasih duit ceban. Fixed, gue adalah kang ojek langganan mamah gue sendiri. Bukan, bukan.. itu uang jajan gue.

Gue balik dengan arah yang berbeda dari arah berangkat. Di tengah jalan secara spontan gue kepikiran pengin lewat jalan daerah rumah gue dulu, sebelum pindah.

Dari pertama masuk gapura, pikiran gue seketika melayang, mengenang masa silam. Masa dimana gue dibesarkan di lingkungan ini, masa dimana gue menginjakkan kaki beralas sandal berjalan beriringan dengan kawan-kawan dibawah terik matahari siang itu, masa dimana gue belum mengenal apa itu galau, jomblo dan LDR. 

Kenangan seakan menjadi lorong waktu buat gue pagi itu. Motor yang gue kendarai sudah melaju 15 meter dari gapura, di sebelah kiri gue melihat kakak kelas gue ketika SD, pikiran gue kembali melayang beberapa detik diiringi momen ketika gue dalam satu frame kehidupan bersama dia. Gue inget, dia selalu jadi bahan bully teman-temannya di sekolah dan di pengajian. Fisiknya berubah, sekarang berkumis, pipi sedikit gempal dan perut buncit. Berbeda dengan dulu yang kurus kering.

Sepuluh meter kemudian gue menengok ke arah kanan, ke arah sebuah jalan yang cukup untuk satu mobil saja. Jalan itu adalah jalan yang sering gue lewati, jalan yang mengarah ke mesjid yang menjadi tempat gue shalat berjamaah, shalat jumat dan ngaji. Gak banyak perubahan di sana. Hanya saja kolam yang berada di pertigaan sudah menjadi rumah kontrakan dua lantai.

Lima meter ke depan gue mencium bau udara yang khas dan menuntun gue sebelas tahun ke belakang, dimana waktu itu gue pulang sekolah berseragam putih merah melewati rumah yang sekarang gue lewati. Ah, rasanya gue pengin kembali tinggal di sini lagi, gumam gue.

Besoknya, dengan sengaja sehabis gue nganterin mamah ke pasar, gue lewat jalan ke daerah 'mantan' rumah gue, dengan jalan berbeda. Kali ini gue lewat jalan gang tempat gue pergi dan pulang sekolah, namanya Gang Aa.

Pertama masuk gang itu, gue langsung mengingat-ingat momen waktu dulu gue sering ngelawatin gang ini. Oh iya, dulu gang ini sempat miring karena ditabrak truk dari dalam. Gang ini diapit garasi perusahaan entah apa sampe sekarang gue gak tau, sama rumah gedongan.

Belokan pertama sampai menuju gang rumah gue, seketika merinding mengingat kenangan dulu. Kenangan diwaktu gue dibesarkan dengan senyuman tetangga, dengan main-main bersama kawan kecil, dengan atmosfir udara di sana. Kenangan di kepala gue secara spontan kembali meleleh, kembali menoleh dan kembali mengajak gue untuk menyambung kenagan itu, segera. Ketika jemari ini mengetuk tuts keyboardpun kenangan itu kembali menyapa dengan brutalnya. AH, GUE PENGIN PINDAH LAGI KE SANA, teriak gue dalam hati. Anehnya, ketiga adek gue juga berpikiran sama, pengin pindah lagi ke sana.

"Ayah, pindah lagi aja atuh rumah teh ke Bebedilan.." pinta adek bungsu gue.
"Iya, pak.. Lebih enakan dan nyaman di sana" Saut adek gue yang perempuan.

Gue apalagi, setuju banget. Padahal gue tinggal di sini udah hampir 6 tahun. Masih aja belum dapet yang namanya betah dan rasa nyaman. Selama hampir 6 tahun ini, gue belum dapet temen main yang 'nyambung' sama gue.

Wah, gak kerasa tulisannya udah lumayan panjang. Dari tulisan ini, gue belajar banyak tentang kenangan, tentang menghargai masa lalu, tentang kenyamanan dan tentang pindah yang sebenarnya. Ternyata pindah tak hanya perihal berpindahnya dari satu tempat ke tempat yang lain, tapi juga perihal bagaimana kita rela menyimpan kenangan di masa lalu dan mulai membuka serta menulis kenangan selanjutnya, tanpa melupakan yang sebelumnya. Walau untuk beberapa orang sulit, seperti halnya gue. Oke, sekarang gue mulai ngerti gimana rasanya 'pindah yang seharusnya' atau kalau kata anak remaja sekarang adalah move-on yang sebenarnya.

Ini tulisan pertama gue yang agak serius dan agak panjang. Udah, ah.. Ngomongin kenangan emang gak bakal ada ujungnya. Btw, Kalau kalian gimana nih? Ada gak kenangan yang bikin susah move-on? Share di komen, yuk :D