July 2014 - Indra Permana

Thursday, July 24, 2014

Beberapa Alasan Menjomblo

Thursday, July 24, 2014 28
Beberapa Alasan Menjomblo
Jomblo, spesies manusia terbaru yang ditemukan di dunia kekinian. Jomblo, sejenis manusia yang dihidupnya cuma ada 7 hari 6 malam. Ya, Jomblo tidak mengenal malam minggu, mungkin karena malam itu adalah malam yang sakral bagi kaum mereka, dimana spesies manusia lainnya sibuk komunikasi untuk menentukan tempat dimana mereka akan janjian untuk pacaran. Sedangkan jomblo? Ah, sudahlah..

Ngomongin jomblo memang gak bakal ada habisnya. Yang habis cuma iPhone 6s yang dijual di Roxy dengan harga goceng. Ngomongin jomblo juga sepertinya agak sedikit tabu ya. Iya.

High Quality Jom... Single
Oke, ngomongin soal Jomblo, yang dengan bahasa lembutnya “Tuna Asmara” ini pasti memiliki alibi tersendiri kenapa mereka jomblo. Seperti yang akan gue jelasin di tulisan kali ini, ada beberapa alasan seseorang kenapa mereka Jomblo dan alasan yang akan gue bahas ini terlihat seperti biasa aja, tapi benar adanya. Berikut beberapa alasan menjomblo


1. Fokus Belajar Dulu

Alasan yang satu ini biasanya digunakan bagi mereka para Jomblo yang masih dalam masa belajar. Tapi menurut gue, alasan ini memang harus digunakan karena Jomblo setingkatan mereka ini harus benar-benar fokus belajar. Kalo nggak, nanti kejadiannya mereka malah jadi manusia yang mengalami penuaan dini. Selain itu, mereka ini masih labil. Kalo putus, terus jadi cabe-cabean, siapa yang disalahin? Gue? Temen-temen gue? Keluarga gue? Hah?!


2. Nyenengin Orang Tua Dulu

Untuk alasan yang satu ini, ini sangat mulia sekali. Jomblo seperti ini menurut gue berhak mendapatkan piagam penghargaan adipura. Jomblo yang menggunakan alasan seperti ini sepertinya memilki kecintaan dan kedekatan yang lumayan teramat sama keluarga mereka. Mungkin mereka ingin melihat keluarganya bahagia, kemudian mencari pasangan yang bisa membuat si Jomblo ini bahagia. Semua bahagia. Horeee... *hening*


3. Mau Ngembangin Diri Dulu

And yeah, sekalian aja ghuwe mau numpang curhat di alasan yang satu ini HAHAHA. Yoi, ini adalah salah satu alasan gue kenapa gue selama sepuluh satu tahun ini men-single. Ya karena ini. Gue ngerasa gue masih pengen ngejar passion gue dulu, mau ngembangin diri dulu, mau gali bakat apa yang gue punya, sesuatu apa yang gue suka, mumpung masih muda. Jadi gue lebih memilih menjadi single dulu. Ya, walaupun bisa aja sih ya ngembangin diri dengan tidak jadi single juga, jadi ada yang nyemangatin gitu. Hmm.. Iya juga, sih. Tapi gue ini termasuk orang yang belum pinter membagi waktu, apalagi membagi hati #eaaaaa so, gue gunain alasan ini untuk menjadi jomblo single dulu. Gitu.


4. Gak Laku-laku

Oke, untuk alasan yang terakhir ini gue gak bisa banyak ngasih komentar atau penjelasan lebih banyak karena untuk alesan ini menyangkut dengan takdir masing-masing. But wait, gue masih ngasih tips singkat untuk jomblo yang menggunakan alesan ini. Here we go.

a. Ngaca. Jangan terlalu memasang selera tinggi. Nanti roboh (hatinya)

b. Gali potensi diri luar dalam dan jadilah diri sendiri.

c. Jika masih gagal, coba kembali ke point a.

Yeap, kayaknya itulah beberapa alasan yang banyak jomblo-jomblo pake jika ditanya kenapa mereka menjomblo. Alasan ini versi BlogThrw, jika ada kesamaan alasan, itu diluar tanggung jawab gue. Hehe

Oh iya, mungkin ada yang mau nambahin alasan kenapa menjomblo? Share di komentar, ya..

Sunday, July 13, 2014

Ketika Ucapan Menjadi Doa

Sunday, July 13, 2014 23
Ketika Ucapan Menjadi Doa
Banyak sekali yang gak sadar bahwa ucapan bisa saja menjadi sebuah doa. Percaya gak? Kalo gue pribadi sih percaya banget. Karena gue ngerasain sendiri. Oke, daripada bingung dan ngambang kek si kuning, gue mau sedikit cerita tentang pengalaman gue terkait judul postingan kali ini.

Gue adalah orang yang bisa dibilang optimis tapi realistis. Sifat itu muncul karena gue ini termasuk orang yang banyak maunya. Pengin ini, pengin itu. Mau ini, mau itu. Nah, karena banyak keinginan itulah gue jadi orang yang optimis tapi tetep realistis. Masih bingung? Contoh: Gue pengin nih pacaran sama Pevita Pearce. Ya mungkin aja sih ya kalo Tuhan udah berkehendak, tapi tetep harus realistis.

.....

Oke, mulai cerita.


Dulu, gue punya cita-cita menjadi seorang Pilot. Cita-cita yang mainstream banget di kalangan anak TK sama PAUD. Pokoknya Pilot, Dokter, Polisi dan Presiden adalah cita-cita favorit anak-anak pada zaman gue TK dulu, beda sama anak-anak sekarang yang cita-citanya pada pengin jadi Artis, Model, Penyanyi dan pekerjaan dunia entertainment lainnya. Seiring beranjak dewasa, gue udah gak ngeuh lagi dah sama cita-cita jadi Pilot, mungkin karena gue ikut-ikutan dan biar terlihat keren aja kalo ditanya ce' gu. Duh, Upil-Ipil kali, ah.

Belajar dari cita-cita gue waktu kecil yang gak kesampaian itulah gue mencoba punya cita-cita (gue lebih enak nyebutnya dengan keinginan) yang kecil-kecil aja dulu, tapi bisa dengan mudah diraih.

Gue punya keinginan dari hal-hal yang sederhana, sekenanya gue ngomong aja. Gue sempet pengin punya kamar sendiri, dan alhamdulillah sekarang udah punya. Iya, dulu gue sempet punya keinginan sebegitu polosnya. Selain itu, dulu juga gue sempet ngomong "Duh, kayaknya enak ya makan di food court. Abis capek jalan-jalan, terus makan enak." Gue pengin ngerasain makan di food court, dan alhamdulillah sekarang udah kesampaian juga. 

Satu lagi deh, 3 tahun yang lalu gue sering kali mengucapkan "Gue pengin kuliah, gue pengin kuliah, gue pengin kuliah!" setiap malam sebelum tidur. Alhamdulillah, kesampaian juga. Sebenernya kalo dilihat dari kondisi finansial keluarga gue waktu itu sangat tidak memungkinkan untuk melanjutkan sekolah. Ijazah aja masih ditahan di sekolah, gimana mau kuliah. Tapi gue selalu yakin, pasti akan ada jalan. Niat baik pasti akan banyak jalan membentang luas. Asal percaya dan fight for it.

Selain dari ketiga keinginan gue tadi, masih banyak lagi keinginan-keinginan gue yang alhamdulillah udah kesampaian. Gue menuliskan semuanya di sebuah buku yang gue sebut dream note. Seneng deh kalo beberapa tahun kemudian gue buka lagi dream note itu dan men-ceklis-ceklis wish list gue yang udah kesampaian. \o/

Ingat, lebih baik mengucapkan dan tekadkan yang baik-baik, ya. Karena gak hanya ucapan yang baik saja yang bisa jadi sebuah doa dan kemudian diamini. 


Nahloh! hati-hati ya guys sama ucapanmu. Mulut-mu Harimau-mu. In the end of this post, gue mau mengajak temen-temen yang membaca postinga ini, mari kita sama-sama menjadi generasi optimis! Asal yakin dan benar-benar berusaha, maka semesta akan mengaminkan ucapan kita yang menjadi sebuah doa. Ada quote luar biasa yang selalu jadi prinsip gue selama ini. Quote ini gue dapet dari +Alexander Thian di twitternya @aMrazing.

"If you really want it, you will fight for it. 
You, will find a way."

Saturday, July 5, 2014

Cerita Kenalan Sama Si Socmed

Saturday, July 05, 2014 41
Cerita Kenalan Sama Si Socmed

Hae, gaes! Balik lagi sama gue si ganteng yang gak pernah diketahui kegantengannya. 

Abaikan.

Gue ini adalah orang yang seneng banget sama internet dan apapun yang ada di dalamnya serta apapun yang berkaitan dengannya. Awalnya gue kenal internet itu sekitar 2006, waktu gue SMP. Dan situs pertama yang gue buka adalah primbon.com, itu guru TIK gue yang ngasih tau. Ampunilah ia yang sudah mengenalkanku akan hal-hal gaib dan nyerempet musyrik. Woiya, email pertama gue waktu kenal internet adalah email dari plasa.com yang sekarang gak tau kemana itu situsnya.

Seiring lebih dekat dan mengenalnya gue dengan internet, gue mulai buka situs-situs pornografi sosial media dan situs menarik lainnya. Sosial media yang gue kenal pertama kali adalah friendster. Friendster adalah sosial media pertama yang gue tau, itu juga dikasih tau sama temen gue. Setelah gue bikin akun friendster, gue mulai keranjingan maen begituan dan mulai menjadi pelanggan tetap warnet di deket rumah.

Friendster adalah tempat gue melewati fase aL4Y gue, kenapa aL4Y karena display name gue waktu itu lebih cocok disamain sama rumput yang bergoyang terus kena tai kebo dan keinjek pak tani. Kalo gak salah nama Display Name di FS gue itu [T][h][R][w] apa gitu gue lupa. Pokoknya ya lebih rumit dari sandi morse dan Sandhy Sandoro.

Selain friendster, gue juga tau yang namanya ning.com yang dulu banyak banget dipake buat bikin situs komunitas-komunitas. Gue pernah bikin satu situs fans club yaitu fans clubnya si Lintar yang jadi peserta di Idola Cilik 3. Nah, dari sana gue mulai suka yang namanya edit-edit halaman web.

Di tahun 2009, gue udah mulai kenal blog, facebook dan twitter. Gue mulai ngeblog sekitar bulan maret 2009. Blog pertama gue adalah yang sekarang kalian kunjungin dan baca ini. Awalnya gue bikin blog itu karena terinspirasi dari seorang blogger yang jadi bintang tamu di acara Talk Show di salah satu stasiun tv yang gak sengaja gue tonton, gue lupa siapa namanya, tapi kayaknya sih Raditya Dika.

Isi blog gue juga dulu cuma hasil copast dari google (tapi udah gue hapusin semua artikel yang hasil copast) selain itu ya cuma curhat-curhat gak jelas yang sampe sekarang masih ada, silakan blusukan ke arsip blog gue kalo mau baca-baca. Untuk lebih jelasnya tentang cerita awal mula gue ngeblog bisa dibaca di page Tentang Thrw dan ThrwBlog.

Mulai tahun 2009, gue resmi jadi anggota sebuah warnet di deket rumah dan punya ID Card. #AnakWarnetGarisKeras ~\o/

Facebook

Gue join di facebok sekitar tahun 2009-an. Alhamdulillah di facebook ini gue gak pake nama dengan sandi-sandi pramuka kayak di friendster lagi. Sempet keranjingan juga sama yang namanya facebook. Sampe-sampe sekarang friends-nya udah full dan terpaksa gue bikin akun facebook baru yang gue pake sampe sekarang. Kalo yang dulu gue temenan sama siapa pun, yang ini gue khususin buat gak sembarang add orang. Hehe kayak artis kan gue? Khak!

Twitter

Akun twitter juga gue dapetin di tahun yang sama. Tapi, dulu gue belum ngerti cara makenya dan gak se-booming kayak sekarang ini. Dulu, akun twitter punya gue cuma dipake buat nyampah status gak jelas doang yang isi tweetnya cuma "Lapar" "Haus" "Mules" "Cebok" "Ngeden" dll. Oiya, jadi inget zaman awal-awal mulai pake twitter, gue kalo mau nge-RT tweet orang, gue tulis ulang dulu tweet yang mau gue RT, diafalin dulu, karena dulu gue cuma taunya twitteran itu pake mobile.twitter.com doang yang gak ada fitur RT comment, belum tau twitter client lainnya kek TweetDeck yang ada fitur RT comment-nya. Alhamdulillah makin ke sini, gue makin mendapatkan pencerahan tentang dunia per-twitter-an, mulai ngtweet di jalan yang benar. Dengan akun @indrathrw yang gue pake sekarang, udah lumayan banyak menghasilkan barang-barang gratis karena gue sering ikutan kuis huehehe #IndrathrwCintaGratisan. Khak!

Tahun 2009 pokoknya tahun gue kenal lebih jauh tentang internet. Segala sosial media di-join-in, setiap hari gue ke warnet, setiap ke warnet gue pake paket langganan, pokoknya gue keranjingan banget dah sama internet di tahun itu, terutama blog. Di tahun yang sama, gue juga mulai tau blogger-blogger keren kayak Raditya Dika, Benakribo, Shitlicious, Diana Rikasari, dll

Makin ke sini, blog yang masih sering gue isi cuma ini. Sosial media cuma facebook sama twitter doang. Sesekali gue suka ngisi YouTube Soundcloud sama Tumblr juga. Kemarin-kemarin gue juga suka maen instagram, tapi karena sekarang gadget gue gak bisa maen begituan, dengan alasan yang gak bisa gue sampaikan. Pokoknya gue ini anak sosmed banget lah *benerin dasi* *dasi goreng*

Keranjingan boleh, tapi kita juga harus selalu mawas diri, dunia maya adalah dunia yang yang samar dan gak nyata. Hati-hati dengan data-data yang sifatnya pribadi banget dan gak layak untuk konsumsi publik (baca: dunia maya) takutnya ada pihak yang menyalah gunakan. 

Nah, kira-kira begitulah sedikit ringkasan cerita gue kenal sama internet, blog dan sosial media. Kali aja nih ada yang mau kenalan sama gue, bisa add/follow/subscribe akun sosial media ini nih:
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Instagram
  4. Soundcloud
  5. YouTube
Kalo kalian gimana nih ceritanya? Display name di Friendsternya apaan? Atau pernah aL4Y di socmed juga gak? Yok, ah share di komen!