March 2015 - Indra Permana

Monday, March 30, 2015

4 Hal yang Dapat Merusak Mood Orang di Zaman Sekarang

Monday, March 30, 2015 17
4 Hal yang Dapat Merusak Mood Orang di Zaman Sekarang
Anda memasuki zaman dimana ketika makan, tangan kanan anda memegang sendok dan tangan kiri memegang smartphone. Sebelum anda makan, pastikan sudah mendapatkan hasil foto dengan angle terbaik. Biar bisa di-share ke instagram dan akun sosial media lainnya.

Yak begitulah kira-kira gambaran orang-orang di zaman sekarang.

Zaman sekarang adalah zamannya teknologi dan gadget, udah nggak aneh lagi kalo orang-orang jadi ketergantungan dengan gadget. Sedikit-sedikit pake gadget. Nah, dengan adanya ketergantungan tersebut, maka dapat dipastikan mood seseorang akan rusak jika terjadi beberapa hal seperti berikut:

1. Batere Habis
Ibarat mahluk hidup, nyawa dari gadget dan alat elektronik lainnya adalah batere. Jika batere gadget habis, bersiaplah untuk badmood. Bersiaplah untuk mati gaya. Hal seperti akan sering banget ditemui di zaman sekarang. Hal ini tidak akan terjadi dengan orang-orang zaman dulu yang nggak bakalan habis batere ketika sedang digunakan. Wong batere handphone zaman dulu awet-awet.

Masalah habis batere ini sering banget dialami banyak orang. Termasuk gue. Solusinya gampang sih, bawa power-bank aja ke mana-mana. Usahakan bawa power-bank yang berkapasitas besar, kalo kurang besar, Genset bisa jadi pilihan. Hal ini dimaksudkan untuk jaga-jaga supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi seperti tidak adanya colokan di sekitar anda.

2. Kuota Habis
Untung gue punya power-bank dengan kapasitas yang besar, jadi gue nggak perlu khawatir masalah batere habis. Tinggal colok aja kayak cilok. Gampang.

"Eh anjrit, gagal download mulu nih dari tadi. Apa jangan-jangan kuotanya habis nih.."
"Wah iya, kuotanya habis. Ada WiFi nggak ya di sini?"
"Yah, nggak ada."

Kemudian bete.

Jadi nggak bisa stalking Twitter mantan lagi dong kalo kuotanya habis dan nggak ada jaringan WiFi yang tersedia. Memang lemah sekali orang-orang di zaman sekarang, kuota habis aja galau.

Selain batere, kuota juga sangat berperan penting bagi gadget. Karena banyak banget kegiatan yang membutuhkan kuota untuk mengaksesnya. Kalo punya kuota kan jadi bisa download foto mantan yang paling baru, stlaking akun mantan dan buka kenangan ketika masih pacaran sama mantan. Tapi apa yang terjadi kalo kuota habis? Dunia terasa hampa. Gadget seperti kehilangan sebelah jiwanya.

3. Koneksi Internet Lemot 
Di zaman yang sudah lebih banyak menggunakan kuota internet daripada pulsa reguler ini, akan berakibat makin banyaknya provider telepon seluler yang menawarkan berbagai promo murah atau gratisan kuota internet yang mengakibatkan menurunnya kecepatan akses internet. Berbeda dengan zaman dulu yang masih jarang sekali yang menggunakan akses internet. Lagian zaman dulu lebih banyak promo murah atau gratis sms sama telponan.


Kuota sih masih banyak, tapi koneksinya lemot. Wah bikin bete. Masih mending kalo koneksi internetnya jadi lemot ketika stalking akun mantan, jadi nggak bakal sakit hati banget karena nggak keburu ngeliat foto pacar barunya, lah kalo lagi nyari materi buat tugas, tapi koneksi internetnya lemot, mati cajalah.


4. Inget Mantan
Semakin berkembangnya dunia teknologi, maka akan semakin banyak orang-orang yang mudah sekali untuk galau. Karena mereka bisa dengan mudahnya mengakses semua kenangan yang pernah mereka alami bersama mantan hanya dengan menggunakan gadget.

Ada seorang blogger yang lagi semangat-semangatnya nulis postingan blog, pas buka facebook nggak sengaja liat foto mantan dengan pacar barunya. Seketika mood ngeblog pun jadi hilang. Galau datang.

Nah itulah 4 Hal yang Dapat Merusak Mood Orang di Zaman Sekarang menurut gue. Dari keempat poin di atas, manakah yang sering banget kejadian sama kalian? Atau mungkin ada yang mau menambahkan? Share di komentar! :D

Monday, March 16, 2015

Hobi dan Pekerjaan

Monday, March 16, 2015 20
Hobi dan Pekerjaan
Setelah keluar SMA, gue sudah 3 kali bekerja di tempat dan pekerjaan yang berbeda-beda. Pekerjaan pertama gue adalah menjadi seorang tukang Fotokopi. Pekerjaan itu gue dapet ketika gue sudah mulai masuk kuliah. Cerita lengkapnya bisa dibaca di postingan yang berjudul "Pengalaman Bekerja Menjadi Tukang Fotokopi". Klik aja.

Selama bekerja, gue menemukan banyak hal yang nggak bakalan didapat kalo gue nggak bekerja. Mulai dari bagaimana cara memperlakukan customer, team work, bagaimana menyikapi deadline dan banyak hal lainnya.

Banyak orang yang bilang kalo dunia kerja memang lebih keras dari dunia sekolah dan dunia fantasi. Kenapa demikian? Karena itulah hidup. Tapi banyak juga orang yang bilang kalo dunia kerja itu sangat menyenangkan.


Bagi mereka yang pekerjaannya berawal dari hobi atau dari hal yang mereka senangi, bekerja akan menjadi suatu hal yang menyenangkan, nggak bakal ada beban. Bayangin aja, kita melakukan hal-hal yang kita sukai terus kita dapet duit dari itu. Men, itu surga dunia menurut gue. Nggak bakal ada istilah stres karena pekerjaan kalo kerjaannya kayak gitu mah. Makanya banyak banget orang yang pengin bekerja yang sesuai hobi atau kesenangan. Termasuk gue.

Andai waktu bisa diputar kembali, gue akan menekuni hobi gue dari kecil biar pas gede mungkin bisa jadi pekerjaan gue. Tapi nasi sudah menjadi bubur dan tukang bubur sudah naik haji. Tapi Mak Ijah masih aja belum naik haji. Bukan begitu, Bang Haji?

Ya.

Nah, untuk adek-adek yang masih sekolah atau yang masih belum bekerja, ada baiknya untuk menekuni apa yang disukai sesegera mungkin. Yang seneng musik, teruslah bermusik dan buatlah karya yang keren. Yang seneng menulis, teruslah menulis dan buatlah buku yang bagus. Begitupun yang seneng masak, buatlah menu makanan yang uenak. Percayalah, kalo melakukan suatu hal yang kita sukai, maka akan menggunakan hati, dan sesuatu yang menggunakan hati, hasilnya akan lebih berarti. Gitu.

Buat yang sudah terlanjur bekerja di bidang lain kayak gue, hobi selalu gue jadikan sebagai hiburan untuk melepas penat dari dunia kerja yang nggak gue banget. Jujur, memang ada sedikit beban kalo bekerja di tempat yang nggak sesuai minat. Makanya gue seimbangkan dengan tetap melakukan hobi gue, ya lumayan kan kalo ternyata hobi yang tadinya hanya untuk hiburan, akhirnya menghasilkan. Jadi nggak perlu goyang dumang kalo mau hati senang, pikiran tenang dan galau jadi hilang.

Always do what you love and love what you do.