2017 - INDRA PERMANA

Jumat, 27 Oktober 2017

Bulu Ketek Cewek Yang Bikin Getek

Oktober 27, 2017 5
Bulu Ketek Cewek Yang Bikin Getek
For your information, cerita gue kali ini muncul ketika lagi keramas di kamar mandi setelah gue potong rambut. Entah kenapa jadi kepikiran sama bulu ketek cewek yang pernah gue kenal, padahal yang gue keramasin itu rambut kepala, bukan rambut yang berada di sela-sela pangkal kedua tangan. 

Lemme tell you story about Bulu Ketek Cewek Yang Bikin Getek

Tadinya mau pajang foto Mbak Eva Arnaz, tapi agak nganu.
Tadinya mau pajang foto Mbak Eva Arnaz, tapi agak nganu.
Gue pernah deket sama cewek yang gue kenal dari temen sekelas gue. Doi cantik bener, kutilang banget pokoknya. Kurus tinggi langsing, matanya belo, kulit putih, pinter, mirip Katy Perry dan doi suka banget sama k-pop.

Selama deket, komunikasi berjalan lancar kayak anak-anak SMA biasa yang nanyain kebutuhan dasar manusia. Kayak,

"Udah makan belum?"

"Udah malem nih, tidur belum?"

"Udah boker?"

"Udah selfie?"

"Udah Mastur.. Mandra.. Atun?"

Ya standar kayak gitu-gitu lah. Gue juga sempet maen ke rumahnya dengan alih-alih ngerjain tugas bareng, karena kebetulan adeknya dia itu satu kelompok sama gue, kesempatan  diamond lah buat gue. Ngobrolnya asik walau masih awkawrd banget waktu itu.

Tiba saatnya pada suatu hari ketika gue coba maen ke rumahnya dengan memberikan secuil jam tangan berbentuk kado ulang tahun. Gue memberanikan diri untuk memberikan kadonya secara langsung. Singkat cerita, gue masuk ke rumahnya dan duduk.

Masih inget persis letak kursi yang kami duduki itu berjejer membentuk huruf L, jadi kalo gue ngadep depan, doi jadi nyamping. Kami ngobrol nggak jelas ngalor-ngidul, 

"Kemaren ada konsernya Justin Bieber ya di TV, gila keren ya stage-nya." Ucap gue, tersendat-sendat.

"Oh iya, aku nonton tuh. Seru." Timbalnya, ketus.

"Eh, ini ada sesuatu. Diterima, ya." Sambil nyodorin sebuah kotak putih polos.

"Duh apa ini?" Tanya dia kaget

"Itu, bom molotov yang akan meledak sekitar 3... 2..." Ini nggak ada di obrolan waktu itu sih hahaha

Pas tangannya ngambil kotak putih itu, tetiba ada sesuatu yang menyeruak dari keteknya. Ada sekian helai rambut yang lumayan hitam dan lebat menonjolkan dirinya seolah menantang rambut yang ada di sela-sela upil di lubang hidung gue.

"Eh buset, lebat pisan anjis." Teriak gue dalam hati.

Rasa cinta, sayang dan rindu seketika pudar tersapu oleh sekian helai rambut hitam lebat di keteknya. Seolah-olah menyuruhku untuk enyah. Lima menit kemudian gue memilih untuk balik dengan membawa ribuan pertanyaan di pikiran gue. Kenapa gue harus ilfeel ya, padahal bulu ketek mah wajar-wajar aja tumbuh di ketek baik cewek atau cowok. Kecuali kalo bulu ketek tumbuh di gigi geraham. Padahal ketek gue pun ada bulunya loh, tapi kenapa gue ngeliat doi jadi geli-geli getek ya.

Kalo cewek terus keteknya berambut lebat, yang gue inget ya Mbak Eva Arnaz. Kids zaman now pasti nggak bakal tau siapa dia, kecuali yang sampe sekarang masih nonton film Warkop DKI zaman dulu. Karena Mbak Eva Arnaz ini menjadi salah satu Warkop Angel atau jadi cewek-cewek cantik yang mendampingi personil Warkop itu loh.

Waktu itu gue merasa jadi manusia paling jahat karena menjadikan bulu ketek sebagai alasan untuk menjauhi seorang cewek. Padahal kan tumbuhnya bulu ketek itu proses alamiah manusia ketika puber, tapi gue malah menjadikannya alasan. Hehe

Dear you, maap ya..

Btw, ada yang pernah punya pengalaman yang sama kayak gue atau mungkin malah sebaliknya? Share your story over here, guys..

Rabu, 18 Oktober 2017

Tanjung Benoa, Pulau Penyu dan Tragedi Parasailing

Oktober 18, 2017 8
Tanjung Benoa, Pulau Penyu dan Tragedi Parasailing
Tidur di kasur hotel emang selalu sukses membuat gue mager untuk melakukan aktifitas. Tapi hal itu harus gue lawan karena gue harus mandi, sarapan dan prepare untuk pergi ke Tanjung Benoa, Bali. Iya, Bali beneran men, aing bener-bener ke Bali. 

Pagi itu Bali cerah sekali, begitupun hati gue yang cerah ceria menyambut pagi karena hari yang dinanti akhirnya menghampiri. Abis beres mandi, gue segera turun untuk sarapan pagi supaya gue bisa kuat menikmati keindahan Bali dan terlepas dari kejombloan yang selalu membayangi.
View dari perahu di Pantai Tanjung Benoa. Warna airnya biru asli ini.

Pertama kali mulai memasuki area pantai ini, kesan pertamanya adalah rame dan berisik. There's so many teenager yang nggak tau dari SMP atau SMA mana, yang jelas mereka berisik. Ya maklum lah seumuran mereka pasti meriah banget kalo bermain dan bekumpul bersama. Alasan berisik lainnya ya karena ini tempat umum.

Menurut gue, pantainya kurang lebih sama aja kayak pantai-pantai kebanyakan. Yang membedakan adalah ada banyak perahu dan speedboat yang lalu lalang ke sana ke mari tapi nggak membawa alamat. Mungkin karena pantai ini menjadi salah satu jalur menuju ke Pulau Penyu.

Seperti pantai-pantai kebanyakan, di sini banyak layanan yang bisa dipilih. Mau nyebrang ke Pulau Penyu, silakan. Mau kebut-kebutan di atas air laut, bisa sewa motor boat. Mau terbang ala bidadara, bisa coba parasailing. Mau chill doang sambil makan-makan, bisa juga. Mau balikan sama mantan, bisa. Asal dianya masih ada hati aja buat lo.

Baca Juga: Wisata Alam dan Seni yang Dekat Hanging Gardens Ubud

Awalnya gue pengin banget nyobain parasailing karena pengin cosplay jadi drone untuk beberapa menit biar bisa melihat keindahan pantai sekitar dari atas. Gue belum pernah nyobain parasailing di pantai manapun sebelumnya, termasuk di Tanjung Benoa ini. Tapi sekalinya pengin nyobain, eh malah ngeliat tragedi parasailing jatuh dengan mata kepala gue sendiri. Nggak perlu mikir lagi chuy, keinginan untuk mencoba harus segera diurungkan, gawat atuh euy belum kawin aing teh. Gue memutuskan untuk nyebrang aja lah ke Pulau Penyu.

Selama perjalanan menuju ke sana, gue cuma look around dan motret sana-sini sambil sesekali ngasih makan ikan dengan roti yang udah disiapkan. Air di pantainya benih banget asli, pas lempar roti, ikan-ikan yang nyamperin dan makan rotinya keliatan jelas banget. Indah.

Sesampainya di sana, gue langsung menghampiri sekumpulan orang yang lagi nonton dan foto bareng sama penyu yang nggak pake baju. Uh.


Satu hal yang bisa dijadikan sebagai pelajaran dan motivasi setelah melihat penyu dan melakukan interview sedikit dengan bahasa mereka. Jadi gini, penyu itu adalah hewan yang sangat mandiri menurut gue, karena sudah dididik sedari lahir untuk bisa memiliki rumah sendiri, jadi nggak numpang di rumah orang tua. Warbyasa. Tapi sayangnya, rumah punya tapi baju nggak.

Tips & Trick: Kalo kalian jalan sama rombongan, coba berpisah dulu ketika mulai masuk. Berjalanlah dengan wajah tanpa dosa dan seperti nggak ada apa-apa supaya nggak bayar tiket masuk. Tapi sebagai netizen yang budiman, malu dong kalo nggak bayar tiket masuk.

Lurus dan jalan dikit lagi, ada beberapa binatang lain yang sama-sama dikerubungi pengunjung. Kebanyakannya mah burung-burung gitu lah. Tapi ada satu fakta yang gue temukan di sana, ternyata Burung Hantu itu masih hidup dan bernyawa. Gue pegangin juga nggak nembus kayak hantu-hantu yang sering diperlihatkan di film-film, gelo na teh edan pisan, malah diajak snapchat pake filter face swap sama remaja cewek ini. Ganti nama aja lah chuy jadi Burung Hidup.


Selain burung ini, masih ada beberapa lagi jenis-jenis burung lainnya, tapi semuanya dikandangin, biar nggak masuk ke kandang yang lain.

Tepat di tengah-tengah kandang, ada semacam spot untuk berfoto dengan frame seperti yang ada di Instagram. Seperti biasa, perihal sesuatu yang menyangkut eksistensi itu pasti rame, semua berebut untuk mendapatkannya. Termasuk gue. Hahaha.

Sengaja nggak pajang foto gue, pajang yang manis-manis aja lah ya.

Menurut gue pribadi, nggak ada yang terlalu spesial dari pantai Tanjung Benoa dan Pulau Penyu di Bali ini. Kurang lebih sama dengan pantai-pantai kebanyakan. Tapi untuk menjadi tujuan liburan bersama keluarga mah ya oke-oke aja lah dan nggak ada salahnya juga buat nyobain maen ke sini. Btw, di sini banyak bule asia, mulus dan bening-bening chuy.

Sabtu, 30 September 2017

Spot Diving di NTT dan Beberapa Pilihan Wisata Lainnya

September 30, 2017 2
Spot Diving di NTT dan Beberapa Pilihan Wisata Lainnya
Buat kalian yang suka diving, pasti nggak asing lagi dengan Pulau Alor. Sebuah pulau yang terletak di Nusa Tenggara Timur ini memiliki 42 situs selam yang terdaftar. Gila kan, banyak bener spot yang bisa dipilih untuk memuaskan pengalaman diving kalian. Tapi nggak cuma keindahan alam bawah lautnya aja yang memikat hati, destinasi wisata lainnya juga nggak kalah indah buat dikunjungi. Jadi buat kalian yang nggak suka diving, there is no reason buat nggak berkunjung ke Pulau Alor. Apalagi alesannya cuma karena jauh. 

Pantai Lola di Kabupaten Alor | sumber: nttupdate.com

Sekarang udah banyak maskapai penerbangan yang menawarkan jasa penerbangan ke sana, kayak pesawat Nam Air yang bisa jadi pilihan buat menuju ke sana. Jadi nunggu apa lagi cuy? Oh iya, biar nggak terlalu merasa boring, ada beberapa destinasi wisata pilihan lain yang membuktikan kalo Pulau Alor nggak hanya surga buat kalian yang suka diving doang. So here you go!

Desa Takpala

sumber: nttprov.go.id
Lokasi desa wisata Takpala terletak di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara. Keseruan yang bisa kalian dapatkan di desa adat ini ada banyak loh. Kayak melihat tarian lego-lego yang dibawakan oleh masyarakat adat setempat, atau menginap di rumah tradisional khas Suku Abui.

sumber: nttprov.go.id

sumber: nttprov.go.id
Pasti bakalan jadi pengalaman yang luar biasa karena bisa merasakan hidup berbaur bersama masyarakat adat dengan kearifan lokal setempat. Karena berlibur bukan hanya tentang melihat pesona keindahan alamnya aja, Tapi mengenal suku adat setempat juga bisa membuat liburan kalian terasa lebih lengkap. Mantap.

Air Panas Tuti Adagae

sumber:alordaily.com
Berlokasi di Desa Tuti Adagae, Alor Timur Laut, tempat wisata yang satu ini kalo dilihat dari segi penampilannya emang nggak terlalu istimewa. Yang membuat Air Panas Tuti Adagae selalu rame dikunjungi wisatawan adalah karena pemandangan alamnya yang menakjubkan.

Awalnya, pancuran Air Panas Tuti Adagae memiliki tinggi puluhan meter, Tapi karena gempa bumi yang terjadi pada tahun 2004, pancurannya kini hanya memiliki tinggi sekitar 20 sentimeter. Tapi tenang aja, tempat wisata ini nggak akan membuat kalian merasa rugi berjalan jauh kok. Karena pemandangan yang terhampar indah selama perjalanan dan juga hangat airnya, bisa membayar tenaga kalian.

Museum 1000 Moko

Tempat wisata di Alor yang satu ini cocok buat kalian yang suka sejarah. Museum 1000 Moko terletak di Kota Kalabahi, tepatnya di Jalan Diponegoro. Di Museum 1000 Moko ini, terdapat foto-foto para raja masyarakat adat setempat, ada pula senjata tradisional, pakaian adat, dan yang pasti deretan Moko yang sangat rapi.

Moko ukuran sedang | sumber: opiumgewichte.com
Moko apaan sih? Moko adalah alat musik tetabuhan khas Alor yang terbuat dari perunggu. Fungsi Moko di Alor ini biasanya digunakan sebagai mas kawin atau alat untuk membayar denda.

Al Quran Tua

Al Quran tertua di Asia Tenggara | Sumber: ntt2.kemenag.go.id
Selain menyimpan sejarah kebudayaan masyarakat setempat, Pulau Alor juga menyimpan salah satu bukti sejarah penyebaran Islam di Nusantara. Itu terbukti dengan masih adanya Al Quran yang diyakini berusia sekitar 500 tahun yang lalu. Seperti Al Quran pada umumnya, kitab suci Agama Islam ini memuat 30 juz dan 114 surat. Uniknya adalah, Al Quran ini dibuat dari kulit kayu yang bertahan hingga sekarang.

Ragam Pantai

Kurang lengkap kalo berkunjung ke Pulau Alor tanpa menikmati keindahan pantainya. Kalo tadi udah disinggung tentang spot indah buat diving, sekarang giliran pantainya yang nggak kalah indah juga. Kalian bisa mengunjungi berbagai pantai yag menawarkan keistimewaannya masing-masing, beberapa diantaranya ada Pantai Lola di Alor Barat Daya, Pantai Welolo di Alor Timur, atau Pantai Maimol di Kalabahi. Kalo ada, gue mau coba naikin banana boat lagi disini, kayaknya bakal seru banget euy.

Pantai Maimol, Alor, Nusa Tenggara Timur NTT | sumber: nttprov.go.id
That it’s all beberapa rekomendasi tempat wisata di Pulau Alor yang bisa kalian nikmati dengan naik pesawat Nam Air menuju ke sana. Yuk, tunggu apa lagi? Tandai kalender kalian, segera dapatkan tiket pesawat Nam Air untuk perjalanan yang mengesankan.

Gimana, udah mulai tertarik untuk segera meluncur ke TKP nggak nih cuy? Kuy ah!

Rabu, 27 September 2017

LevelUp Video Bena: Tamparan dan Catatan

September 27, 2017 5
LevelUp Video Bena: Tamparan dan Catatan
Udah mulai menjadi rutinitas setiap hari setelah 'selesai' bekerja, gue selalu menyempatkan diri untuk nonton video YouTube. Entah itu nonton video review gadget nonton film pendek atau nonton video musik, random banget pokoknya. Tapi, malam tadi gue nonton videonya Bena di playlist terbarunya LevelUp.


Sebelumnya gue udah nonton video pertamanya yang berjudul Stop Hate Comments dan tadi gue nonton 4 video lainnya. Sangat menginspirasi dan memotivasi gue yang emang sedang membutuhkan, gue yakin bukan cuma gue yang merasakan hal yang sama.

Siapa yang nggak tau +Benazio Putra atau yang banyak dikenal orang di internet sebagai @benakribo ini? Gue yakin udah banyak orang yang kenal doi terutama para blogger yang udah mulai nulis dari 2009, karena gue sendiri tau Bena itu dari blog.

Balik lagi ke video LevelUp Bena. Dari semua video yang gue tonton, banyak sekali ilmu yang bisa gue ambil. Mulai dari ceritanya Bena yang sangat inspiratif sampai ke obrolan doi dengan Aulion dan kakak iparnya, Astra. 

Banyak sekali pelajaran dan ilmu yang bisa gue dapet dari videonya terutama tentang semangat mengejar mimpi, konsitensi, dunia kerja, dunia digital dan banyak lagi. Ada beberapa kata-kata Bena yang gue garis bawahi dan akan gue jadikan sebagai motivasi untuk diri gue sendiri yaitu, just freakin' start, time is precious, jangan males karena ada banyak orang yang rajin di luaran sana, nikmati proses, konsistensi, inovasi dan beberapa hal positif lainnya.

Bagi sebagian orang mungkin itu cuma motivasi-motivasi biasa aja dan bisa dikeluarin dari siapa aja, buat gue sih nggak. Kalo semua kata-kata manis motivational itu benar-benar keluar dari orang yang udah merasakan impact positifnya, akan ada energi lebih yang membuat orang yang mendengarnya percaya dengan kata-kata yang dikeluarkannya.

Sepanjang gue menonton videonya, gue merasa ditampar sekali, karena gue ini termasuk orang yang Bena bilang terlalu banyak ini-itu blablabla segala macem daripada mulai dan gerak. Terlalu banyak menye-menye dan menikmati hasil karya dan usaha orang yang udah start duluan. Tapi untungnya gue merasa dipacu lagi semangatnya, merasa harus mulai gerak, mulai menghargai waktu, rajin dan mulai menikmati prosesnya.

To be honest, niat awal gue nulis postingan ini purely untuk catatan gue pribadi supaya bisa lebih passionate lagi menjalankan apa yang bener-bener udah gue mulai. Bukan untuk menggurui karena gue masih harus banyak belajar lagi tentang banyak hal. Selain itu, gue sangat respect dengan video yang inspiratif, motivatif dan edukatif.

Yang belum nonton, ayo tonton dulu.. Jangan lupa subscribe dan share juga


At last but not least, Thanks Ben, sharingnya.

Jumat, 01 September 2017

Idul Adha Nelangsa dan Tipe-tipe Orang Mengolah Daging Qurban

September 01, 2017 19
Idul Adha Nelangsa dan Tipe-tipe Orang Mengolah Daging Qurban
Ini kali pertama gue merayakan hari raya idul adha di pertantauan. Gue udah hampir dua tahun di sini, tapi tahun ini nggak bisa pulang ke kampung halaman dan merayakan hari raya di rumah sana. Alasannya karena gue udah ngambil cuti dua minggu lalu, belum lagi masih ada kerjaan yang harus gue beresin. Hatchih. Eh, itu bersin ya.


Tahun kemarin gue bisa balik dan bisa nyate di rumah, makan bareng, rebutan sate sama keluarga. Sadly tahun ini nggak, gue kayaknya nyate di perantauan, dimana gue berada di lingkungan yang baru seumur jengkol ini. Gue nggak tau nih besok mesti ngapain di sini kalo nggak kebagian daging qurban, tapi kalo kebagian pun tetep aja bingung. 

Gue di kontrakan ini bener-bener cuma buat istirahat, tidur dan mandi. Ruangan yang harusnya digunakan untuk dapur pun nggak dijadikan seperti qodratnya. Alat masak yang biasa dipake setiap hari aja nggak ada, apalagi alat nyate yang cuma setahun sekali doang dipakenya.

Satu-satunya cara supaya gue bisa ikutan nyate, ya beli sate. Hehehe, i mean satu-satunya cara yaitu ikut nimbrung sama tetangga. Seperti yang udah disebutkan, gue ngontrak itu bener-bener cuma buat istirahat, tidur dan mandi. Jarang bisa berbaur sama tetangga, paling banter juga ibu warung, itu pun nggak setiap hari.


Sampe detik ini, sampe tulisan ini diketik pukul satu pagi, belum ada orang sini yang ngasih gue kupon buat pengambilan daging qurban. Nggak tau juga kalo besok abis pemotongan apa gimana. Nggak terlalu ngarepin juga karena nggak bisa ngolahnya.

Ngomongin soal daging-dagingan. Tiap orang pasti punya selera dan caranya masing-masing mengolah daging qurban kan pastinya. Nah, otak gue mau coba mengkategorikannya. Judulnya kurang lebih jadi gini; Tipe-tipe Orang Mengolah Daging Qurban. Oke, here you go!

1. Tipe Yang Penting Mateng

Poin pertama ini dikerubungi oleh orang-orang yang nggak mau ribet dan nggak mau bingung, yang penting kenyang dan bisa makan enak bareng-bareng keluarga. Entah itu daging qurbannya mau diolah jadi sate, jadi gepuk, jadi sate gepuk dikuahin, bebas, yang penting mateng dan kenyang. Gapapalah gurih-gurih micin dikit mah.

2. Tipe Mainstream

Yang ini udah pasti jadi mayoritas orang mengolah daging qurbannya menjadi seonggok daging potong yang ditusuk. Barack Obama menyebutnya SATTEEE~ dan makanan ini menjadi salah satu makanan favorit doi sih emang. Gue bisa menyimpulkan akan ada lebih dari 50% orang mengolah dagingnya menjadi sate. 

Sate Kambing

Selain karena mengolahnya gampang banget, sate juga udah jadi tradisi sih kayaknya. Tapi, walaupun bentukannya sama, gue yakin rasanya pasti beda. Ada yang pake bumbu kacang kayak biasa, ada yang pake kecap doang dan gue yakin nanti akan ada yang dibikin kayak sate taichan. Alay, ah!

Tips: Yang pake susuk, makan satenya jangan langsung dari tusukannya, nanti susuknya hilang. Wkwkw.

3. Tipe Kebarat-baratan

Mereka yang makan olahan daging sapi atau kambing seminggu sekali mah kayaknya udah mulai bosen kalo daging qurban diolah biasa-biasa aja. Paguyuban manusia tipe ke-tiga ini pasti memilih untuk mencoba resep luar negeri. Entah itu dibikin jadi steak, dicincang dijadikan kornet atau dibikin ala-ala barbeque di halaman belakang. Beuh, bule banget ya.


Buat orang-orang kelas menengah atas atau kelas menengah ngehe yang pengin nyobain sesuatu yang baru supaya lebih enak dilihat kalo difoto dan dijadikan konten untuk insta story atau feed di instagram kalian, boleh banget lah mengolah daging qurban dengan cara nomor tiga ini. Kalo barbeque-an di halaman belakang sih udah pasti asoy banget ya coy, tapi kalo nggak punya halaman belakang, di atap tempat jemuran juga yang jadi.

4. Tipe Visioner

Yang terakhir ini biasanya lahir dari ibu-ibu yang punya naluri hemat dan visioner. Jadi kalo ada sisa daging yang udah mulai bingung mau diapain, biasanya suka dibikin olahan daging yang bisa bertahan lama dari olahan biasanya. Kalo mamah di rumah suka dibikin gepuk, karena bisa awet hampir seminggu. Bentuknya kurang lebih kayak gini

Image by: reseponline.info
Ada juga yang dibikin rendang, abon dan olahan kering lainnya. Tiap daerah biasanya beda-beda nih. Nah, kalo di rumah kalian setiap masuk hari raya idul adha, daging qurbannya diolah macam tipe mana nih?

Selamat merayakan hari idul adha atau idul qurban teman-teman, selamat makan enak bersama keluarga. VIVA LA NYATEEE~ 

Jangan lupa share postingannya ke temen-temen yang lain, ya. Jangan lupa juga like fanspage dan follow blog ini dengan cara klik like dan follow. Setiap ada postingan baru bakal gue share ke fanspage di facebook. Kalian juga bisa berlangganan/subscribe postingan blog gue ini via email. Thanks udah mampir dan jangan bosen mampir lagi ke mari :D

Minggu, 13 Agustus 2017

Begadang Jangan Begadang, Kalau Nggak Mau Jerawatan

Agustus 13, 2017 0
Begadang Jangan Begadang, Kalau Nggak Mau Jerawatan
Udah hampir seminggu ini gue tidur di atas jam 2. I mean not literally tidur di atas jam yang menunjukan jam dua pagi, kemudian gue kasih sprey, selimut, bantal, guling terus gue tidur di atas itu semua. Bukan. Tapi gue tidur ke-hampir-pagian.

Kalo malam minggu mah gue nggak sih oke-oke aja karena bisa bangun seenaknya. Kerja libur, acara dan janji pagi-pagi nggak ada, upacara dan apel pagi apalagi. Lah kalo besoknya harus kerja seperti biasa, bisa-bisa gue ngeluarin jurus mabuk kayak di film-film kungfu karena sempoyongan kurang tidur. Apalagi di jam kerja mah gue nggak bisa bayar dengan tidur siang.

Belum lagi kalo kepala merasakan sesuatu kayak lirik lagu boyband SM*SH yang cenat-cenut itu, kemudian mata seolah-olah lagi nge-gym ngangkat beban berat, terutama abis kenyang makan siang.

Oleh karena itu, gue bisa mengambil kesimpulan bahwa semakin kenyang perutmu, maka akan semakin berat beban matamu. Efek sampingnya, badan jadi males gerak dan lemes bray. Kerja jadi nggak bisa fokus penuh.

Baca juga: Ritual Yang Dilakukan Ketika Badan Nggak Fit

Kalian semua pasti tau lah gimana madharatnya kalo punya hutang sama tidur.. Selain harus dibayar lunas, harus diperbaiki juga setelahnya.

Kalo lagi kurang tidur, badan akan merasakan penurunan semangat dan gairah, tapi muka malah jadi bersemangat menimbulkan benjolan kemerahan bernama jerawat. Ya gimana cuy, konskuensi yang bisa diambil sama tubuh gue kalo kurang tidur ya dengan timbulnya jerawat ke permukaan wajah.

Masalahnya, jerawat bukan hanya timbul doang, tapi doi eh maksudnya mereka (karena banyak), menclok dan memposisikan diri mereka di mana aja, semaunya meraka. Bebas.

Kebetulan, menyinggung soal jerawat, si musuh semua manusia, berikut akan gue eta terangkanlah tiga posisi jerawat yang menurunkan kadar kepercayaan dan kenyamanan diri menurut penilaian gue pribadi. Here we go;

1. Di Pipi

Ini biasanya tempat favorit jerawat untuk tumbuh, berkembang, nikah, kawin dan membelah diri. Sedikit mengganggu penampilan dan kenyamanan tapi nggak terlalu signifikan karena jerawat di pipi memang sudah terlalu mainstream, jadi hanya akan menurunkan kadar percaya diri sekitar 1 sampai 30% saja. Masih aman dan nyaman untuk hangout.

2. Di kening

Ini gue juga nggak tau maksudnya gimana, gue bukan orang india dan nggak ada keturunan india juga, tapi yang pasti kalo sujud itu sakit asli, ganjel juga, berasa ada pembatas antar kening dan tempat sujud. Hindari cium kening dulu kalo sedang ada jerawat tumbuh di kening, apalagi kalo dicium sama bibir sendiri. Susah cuy, nggak nyampe.

Untuk jerawat di area ini, biasanya akan membuat wajah menjadi sedikit berubah dari pola dasarnya, nggak terlalu signifikan, tapi berasa bedanya. Kadar percaya diri dan kenyamanan menurun sekitar 30 sampai 70%. Solusinya masih bisa disamarkan dengan menurunkan poni, pake topi atau pake topeng aja. Hahaha.

3. Di Area Lubang Hidung

Kecil memang, tapi berasa berjerawat sehidung-hidung. Gue nggak ngerti juga kenapa bisa kayak gitu. Di towel dikit aja, nyut-nyutannya bisa nyampe ke ubun-ubun. Wuh, padahal jerawat ya, bukan temennya cumi-cumi.

Area ini yang menurut gue paling ganggu banget cuy. Ngupil jadi nggak akan se-chill disaat nggak ada jerawat. Ngomong di depan umum jadi harus sering pencet-pencet hidung buat nutupin jerawatnya. Kadar percaya diri dan kenyamanan akan turun drastis, yaitu sekitar 70 sampai 100%. Untuk cowok yang berkumis, solusinya ya kumis. Tapi kalo untuk cewek, kalian nggak perlu berkumis ya buat nutupin jerawat di area ini.

-

Maap gue nggak pake ilustrasi foto jerawatnya, karena menghindari kenyamanan kalian untuk membaca postingan berbobot ini sampe beres. Btw, yang merasa setuju dengan penilaian gue, teriak aja di kolom komentar.

Nah kalo ngomongin soal begadang, secara otomatis kita akan inget apa kata Bang Haji Rhoma Irama yang dengan perhatiannya memberikan wejangan perihal pola tidur orang-orang. Wejangannya sangat nempel banget di pikiran gue dari dulu,

"BEGADANG JANGAN BEGADANG, KALO TIADA ARTINYA. BEGADANG BOLEH SAJA, KALAU ADA PERLUNYA."

Duh, gue banget lah. Karena hampir semua begadangnya gue itu emang nggak ada artinya dan nggak perlu-perlu amat. Tapi bukan salah gue sepenuhnya juga. Siapa suruh ngantuknya jadi pindah ke siang hari, bukan malam hari.

Tapi bentar cuy, wejangan itu udah nggak terlalu relevan dengan keadaan manusia masa kini, harusnya ada sedikit lirik yang direvisi jadi;

“BEGADANG JANGAN BERGADANG, KALAU NGGAK MAU JERAWATAN. BEGADANG BOLEH SAJA, KALAU PENGIN JERAWATAN.”

HAHAHA SETUJU?!

Jangan lupa share postingannya ke temen-temen yang lain, ya. Jangan lupa juga like fanspage dan follow blog ini dengan cara klik like dan follow. Setiap ada postingan baru bakal gue share ke fanspage di facebook. Kalian juga bisa berlangganan/subscribe postingan blog gue ini via email. Thanks udah mampir dan jangan bosen mampir lagi ke mari :D

Sumber Gif: Tumblr

Kamis, 03 Agustus 2017

Malam Pertama Gue Menaiki Kereta

Agustus 03, 2017 21
Malam Pertama Gue Menaiki Kereta
Gue mau sedikit cerita nih tentang pengalaman pertama gue naik kereta. Pertama kali naik kereta itu april tahun 2015. Iya, gue bisa dibilang telat banget ngerasain naik kereta dan termasuk orang yang katro sekaligus bego ketika berada di stasiun kereta api di kota gue sendiri. Sedikit excited dan bingung pastinya, namanya juga baru pertama kali ya kan. O aza ya kan.

Penampakan Stasiun Lempuyangan. Credit: http://www.instagram.com/indrathrw
Kereta yang pertama kali gue naikin adalah kereta Kahuripan dengan rute Tasikmalaya - Lempuyangan dengan waktu tempuh kurang lebih enam jam.

Jogjakarta gue pilih sebagai tujuan pertama kali naik kereta karena gue sama temen-temen tongkrongan gue (selanjutnya jadi kita) emang punya rencana pergi ke sana dari jauh-jauh hari. Ide awalnya karena kita sering nongkrong di angkringan, kemudian tercetus ide untuk nongkrong di Jogjakarta langsung. Awalnya cuma wacana belaka, ya biasalah bacot-bacot doang dulu.

Pemesanan tiket kereta dibeli langsung di stasiun setelah semalam sebelumnya liat-liat dulu ketersediaan kursinya. Kita beli seminggu sebelum hari berangkat, alasannya selain biar tenang karena bisa milih-milih kursi secara bebas, persiapan hal-hal yang lainnya juga bisa bener-bener mateng, kayak pantun masak aer.

Setelah sampe di stasiun untuk reservasi tiket, gue dan temen-temen sepakat untuk beli tiket perginya pagi-pagi, dan tiket pulangnya malem-malem, biar lebih panjang aja gitu waktu liburannya, tapi ternyata tiket untuk kereta pertama udah habis, sisa tinggal kereta kedua yang berangkatnya malem. Ini mah ceritanya jadi malam pertama gue menaiki kereta. Tanpa pikir panjang sepanjang jalan kenangan, gue dan temen lainnya mengiyakan aja, meskipun sebenernya gondok banget kayak si Eceng.

Setelah beres beli tiket untuk pergi yang penginnya pagi tapi kebagian yang malem, terjadi juga di tiket buat baliknya. Makin gondok lagi lah gue kayak kekurangan youdium. Kenapa harus tibalik gini atuh euy! Memang ya, manusia hanya bisa berencana. Tuhan yang mengatur segalanya.

Seminggu berlalu, tanpa ada hari membicarakan rencana mau ngapain aja di Jogja nanti.

Hari H tiba, gue udah excited banget bakalan naik kereta untuk pertama kalinya dan menuju ke sebuah tempat yang banyak sekali dirindukan orang untuk pertama kalinya juga. Combo.

Beberapa jam sebelum berangkat, salah satu temen gue ngingetin rencana mau ke mana aja nanti di sana. Gue dan temen yang lain sama-sama bingung hingga akhirnya muncul beberapa gagasan yaitu memasukan Malioboro dan Borobudur sebagai tujuan wajib, sisanya gimana nanti aja. Untuk tidur pun kita belum dapet tempat yang pasti. 

Setengah jam sebelum naik, kita udah di stasiun. Sampe akhirnya kereta dateng dan kita mulai masuk.

"Oh gini ya daleman gerbong kereta.." 
"Oh gini ya kursinya"
"Wah, ada colokannya."
"Wah, di kelas ekonomi pun udah ada AC. Enakeun euy."

Iya, kita pesen tiket ekonomi. Maklum lah, dompet sekelas backpacker abal-abal yang gembel banget kayak kita mah nggak usah yang mewah-mewah, yang penting kan naik kereta dan bisa sampe ke Jogja. Ituh.

Baca juga: Tips Liburan Ke Banda Aceh Untuk Pemula

Selama perjalanan, gue menikmati sekali jengkal demi jengkol langkah kereta di atas rel. Ternyata nggak semenyeramkan yang dikira, malah betah banget dan lebih betah daripada naik bis. Jugijag-gijugnya pun gue rasakan dengan hati riang gembira. 

Pipis di toilet kereta juga seru. Semacam pipis di toilet sebuah wahana. Jadi ketika gue pipis, toiletnya goyang-goyang, gue kira ada Via Vallen nyanyi kereta malam, ternyata emang keretanya yang goyang. Ada sensasi tersendiri nih pipis di toilet goyang, i mean toilet kereta.

Di atas kereta gue cuma mesen kopi, nggak sama pabriknya apalagi sahamnya. Kopinya lumayanlah, namanya juga kopi sachet yang diseduh. Rasanya nggak bakal seasik yang diracik barista. Oh iya, gue baru tau kalo di kereta ada semacam tempat untuk makan. Hahaha norak pisan lah gue. 

Setelah sampe di tujuan dan menghabiskan waktu jalan-jalan di Jogjakarta, kita pulang dengan kereta yang berbeda. Kita naik kereta Pasundan yang fasilitasnya menurut gue nggak seasik Kahuripan. Harganya lebih mahal dikit dari kahuripan, tapi fasilitasnya nggak sesuai dengan ekspetasi kita yang ngebayangin bakal lebih asik karena harganya sedikit lebih mahal dari kahuripan, ternyata nggak.

Jadi gitu, cuy! Cerita malam pertama gue menaiki kereta. Gapapa norak, namanya juga pengalaman pertama. Yang bahagia kan kita-kita juga. Buat yang udah sering, jangan cengin gue. Cerita aja pengalaman pertama kalian waktu dulu naik kereta di kolom komentar. GO!

Minggu, 09 Juli 2017

Samsung Galaxy A7: Si Hitam Menawan

Juli 09, 2017 2
Samsung Galaxy A7: Si Hitam Menawan
Di zaman yang apa-apa sudah menggunakan teknologi ini, gadget merupakan suatu alat yang sangat penting sekali terutama buat mereka yang kesehariannya membutuhkan alat tersebut, biasanya orang-orang yang bekerja di industri kreatif nih yang udah menjadi rutinitas setiap hari bercengkrama dengan gadgetnya.

Biasanya orang-orang akan memilih gadget sesuai dengan kebutuhan. Ada yang kebutuhannya hanya sekedar untuk pemakaian ringan seperti browsing, chatting dan akeses media sosial. Ada yang untuk pemakaian sedang seperti kebutuhan kantoran, pengerjaan tugas sekolah dan kuliah, atau mungkin ada yang untuk kebutuhan pemakaian berat seperti editing, gaming dan lain-lain.

Nah, ngomongin soal kebutuhan, akhir-akhir ini gue lagi ngerasa butuh gadget dengan kebutuhan mobile tapi bisa bekerja secara optimal dari performa, batere, kamera dan layarnya, kalo bisa sih layarnya yang lumayan gede.

Buat yang belum tau, gue ini bisa dibilang tipe orang yang nggak mau ribet, jadi gue kalo mau pilih sesuatu apapun selalu dipikirin ke arah sana, termasuk memilih smartphone, that's why gue nyari gadget yang bisa mobile tapi performanya oke, biar nggak ribet bawa ke mana-mana.

Setelah gue googling nyari gadget apa yang sesuai dengan kebutuhan gue tadi, Samsung A7 sepertinya akan menjadi pilihan gue. Kenapa? Mari kita coba bahas sedikit bersama-sama. Yang akan gue bahas adalah yang warna hitam, so here we go!

Samsung Galaxy A7 tahan air.
Seperti yang terlihat pada gambar ilustrasi di atas, Samsung Galaxy A7 ini udah tahan air dengan sertifikat IP68 yang bisa nyelem sedalam 1,5 meter selama 30 menit. Jadi kalian bisa bawa gadget ini berenang di kolam renang sambil selfie atau ngambil footage buat video di YouTube. Jadi, buat kalian yang lagi nyari smartphone yang bisa jadi teman berenang, Samsung Galaxy A7 ini bisa banget jadi pilihan.

Tapi, sayangnya.. Kalo smartphone ini dimasukan ke air, touch screen-nya jadi nggak berfungsi. Hanya bisa mengambil ngambar dan video dengan memanfaatkan tombol volume sebagai shutter. Lagian ngapain juga stalking mantan sambil menyelam.

Ah iya, sebelum ke fitur lainnya, gimana kalo mulai dari tampilan depannya dulu. Nah tampilan depannya ini nih yang mengalihkan pandangan gue dan menatapnya beberapa saat karena warna hampir full black ini memberikan kesan Samsung Galaxy A7 ini Hitam dan Menawan
Tampak depan Samsung Galaxy A7 yang aduhai
Dari mulai tampak depan, smartphone ini udah mulai terasa sekali mewah dan menawannya. Karena selain dari material yang dipake, tipe layarnya yang menggunakan super amoled ini semakin menambah kesan mewah dan menawan, setuju? Warna yang dihasilkan jadi sangat jelas dan keluar. Belum lagi layar Samsung Galaxy A7 memiliki ukuran layar 5.7 inch dengan resolusi 1080x1920 pixel, sangat rapet dan tajam. Cocok banget lah buat nonton video, film sama maen game.

Sektor layarnya pun memenuhi kebutuhan gue banget nih buat ngetik draft postingan blog biar nggak banyak typo karena layarnya yang besar jadi lebih  leluasa dan bisa meminimalisir salah pengetikan. Selain itu, cocok juga buat gue yang lagi seneng-senengnya nonton film dan video YouTube.


Kita balik ke bagian belakangnya. Kesan pertama yang gue rasa adalah simple dan elegan, karena di bagian belakang ini hanya terdapat kamera beresolusi 16mp di tengah dan flash di sebelah kanan, kemudian tulisan samsung tepat di bawah kamera tersebut. 

Bagian belakang Samsung Galaxy A7 ini adalah kaca yang lagi-lagi menambah kesan mewah dan elegan seperti para jajaran smartphone flagship lainnya dari Samsung kayak Samsung Galaxy tipe S. Sangat cocok dengan gue yang simple. Tapi biasanya dengan material kaca dan body berwarna hitam ini kelemahannya yaitu akan cepet terlihat kusam karena kotoran seperti minyak dari tangan dan debu akan nempel dan jelas terlihat.

Berbeda dengan varian smartphone Samsung yang lain, Samsung Galaxy A7 ini memiliki desain belakang yang nggak ada tonjolan dari kamera atau hardware lain seperti smartphone Samsung sebelum-sebelumnya. Jadi body bagian belakang ini rata tanpa tonjolan. So simple.
Oh iya, pinggiran atau bazel Samsung Galaxy A7 ini membulat seperti kebanyakan model-model smartphone sekarang. Untung warna itemnya doff, kalo sama-sama glossy kayak body belakangnya ya makin gampang keliatan kusam.

Sekarang mari kita pindah ke sektor kameranya. Woh!

Kamera belakang Samsung Galaxy A7
Kamera adalah bagian terpenting yang harus dipertimbangkan karena gue ini sangat menyukai fotografi. Makanya setiap nyari smartphone, kameranya harus oke punya. Kamera Samsung Galaxy A7 ini memiliki resolusi 16mp dengan bukaan 1.9 yang lumayan akan membuat fotomu jadi bokeh-bokehan. Videonya pun mampu merekam dengan resolusi 1080 30fps, cocok lah buat nambah-nambah footage buat di YouTube. Dari sektor kamera ini cukup memenuhi kebutuhan gue untuk mendapatkan hasil foto dan video yang oke banget.

Baca juga: Internet Lelet? Bikin Video Aja!

Beralih ke batere, Samsung A7 ini dibekali batere yang berkapasitas lumayan besar yaitu 3600 mAh. Lagi-lagi sangat cocok buat gue yang punya kebutuhan untuk mobile.

Kapasitas Batere Samsung Galaxy A7

Dengan kapasitas yang lumayan besar ini, gue jadi nggak terlalu insecure sama kekuatan batere-nya. Ngelakuin berbagai aktifitas di smartphone ini akan memiliki rentang waktu yang lumayan panjang. Gue jadi nggak perlu riweuh pake gadget ini sambil ngecharge.

Masih ada beberapa fitur lainnya dari Samsung Galaxy A7 ini. Buat yang kebetulan lagi nyari smartphone ini, bisa kalian temukan di situs Matahari Mall.

Jangan lupa share postingannya ke temen-temen yang lain, ya. Jangan lupa juga like fanspage dan follow blog ini dengan cara klik like dan follow yang ada di bawah. Biar bisa langsung tau kalo ada postingan terbaru dari blog ini. Setiap ada postingan baru bakal gue share juga ke fanspage di facebook. Kalian juga bisa berlangganan postingan blog gue ini via email di form sidebar. Hatur nuhun udah mampir dan jangan bosen mampir lagi ke mari :D

Senin, 26 Juni 2017

Dua Hal Yang Selalu Ada Ketika Lebaran

Juni 26, 2017 9
Dua Hal Yang Selalu Ada Ketika Lebaran
Lebaran adalah waktu yang pas untuk ngelebarin badan. Bagi sebagian orang, momen ini sangat ditunggu-tunggu karena bisa dengan puas melahap semua hidangan yang disajikan. Selain itu, lebaran juga merupakan ajang untuk ngelebarin isi dompet dengan amplop-amplop putih yang kalo angka umurnya semakin besar, maka semakin kecil angka dari isi amplopnya. 

Menurut gue, ada dua hal yang sangat berkaitan erat dengan lebaran, yaitu lupa dan melupakan. Hal yang pertama adalah lupa, yoi, lupa akan kandungan makanan yang berbaris berjejeran di atas meja dan di atas karpet rumah yang lebih bersih dari hari-hari biasanya.

Lupa akan berapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh, lupa akan berapa banyak jenis makanan yang digerus terus tanpa putus oleh usus dan lupa akan berapa banyak pertanyaan kapan nikah yang selalu dibantah dan dijawab entah.

Sudah menjadi tradisi kental di negara kita Indonesia, lebaran haruslah berbahagia dengan bisa saling silaturahmi sama tetangga dan sanak saudara. Tak lupa juga ibu-ibu berlomba menyajikan hidangan yang macam-macam rupanya, bahkan beberapa diantaranya adalah hidangan yang setiap tahun harus selalu ada dan tak ada yang bisa menggantikannya.

Di negeri twitter sana, setiap tahun selalu saja ada yang lucu-lucuan mengkotak-kotakan hidangan khas lebaran. Bukan geng dan bukan club seperti para anak motor, tetapi team. Ada Team Nastar, ada Team Kastengel, Team Khong Ghuan dan ada pula Team Kerupuk di dalam kaleng Khong Ghuan.
Ini bukan kue nastar, ya. (via sidomi.com)
Selain dari jenis hidangan cemilan, main course pun dibagi beberapa team, dua diantaranya adalah Team Opor dan Team Rendang. Belum lagi dari sumber karbohidratnya, ada nasi sama ketupat sekalian nasi jagung sama sagu. Masih banyak lagi tim-tim lainnya yang beredar di twitter dengan memberi hesteknya masing-masing biar gampang diikuti.

Halah, apapun makanannya, yang paling penting lebarannya. Lupakan semua jenis dan kandungannya, lahap saja hingga perut mekar memerdekakan tuannya.

Hal yang kedua yang berkaitan dengan Lebaran adalah melupakan. Melupakan di sini merupakan penghapusan memori yang berisi junk file atau kesalahan-kesalahan orang lain supaya bisa melapangkan hati sebesar-sebesarnya memberikan maap yang setulus-tulusnya.

Melupakan adalah cara yang paling mudah dan efisian untuk memaapkan, karena sama persis halnya dengan memberikan maap yang sebesar-besarnya. Coba bandingkan dengan yang meminta untuk dimaapkan. Memang sedikit tabu sih, tapi seenggaknya dengan melupakan, kita lebih berbesar hati melapangkan pintu maap daripada harus meminta-minta untuk dimaapkan. Berkesan lebih sangar juga kan? Selain itu bukannya inti dari lebaran adalah saling memaapkan, bukan saling meminta maap.

Satu lagi, tradisi yang paling berkesan ketika lebaran adalah pepuisian. Entahlanh ini siapa yang mulai. Orang-orang seperti berlomba-lomba membuat kata-kata manis yang ditata sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah sajak yang rupawan berisi kata-kata yang ujung-ujungnya meminta untuk dimaapkan oleh orang yang dikirimkan pesan demikian. Media sosial dan aplikasi chat adalah pemicu utama supaya pepuisian tadi bisa dengan mudah disebarluaskan.

Beribu broadcast message di BBM isinya demikian. Begitu pun status-status terbaru di berbagai media sosial. Bahkan nggak sedikit orang yang pepusiannya sama persis dengan pepuisian tahun kemarin. Yak, pastinya broadcast message kayak gitu nggak pernah gue bales karena gue lebih respect sama orang yang chat gue secara langsung atau bahasa kerennya mah japra, eh japri.

Udah ah, lebarannya udah mau abis, begitu pula liburannya. Minal aidzin wal faidzin semuanya. Atos heula nya.

Salam,

-Aa Indra yang masih dalam rencana untuk berkeluarga-

Jangan lupa share postingannya ke temen-temen yang lain, ya. Jangan lupa juga like fanspage dan follow blog ini dengan cara klik like dan follow yang ada di bawah. Biar bisa langsung tau kalo ada postingan terbaru dari blog ini. Setiap ada postingan baru bakal gue share juga ke fanspage di facebook. Kalian juga bisa berlangganan postingan blog gue ini via email di form sidebar. Hatur nuhun udah mampir dan jangan bosen mampir lagi ke mari :D

Senin, 19 Juni 2017

Tech Story: Suara iPhone 4 Tidak Keluar (Hilang) dan Cara Mengatasinya

Juni 19, 2017 2
Tech Story: Suara iPhone 4 Tidak Keluar (Hilang) dan Cara Mengatasinya
Ini adalah smartphone yang sangat gue mimpi-mimpikan untuk bisa memilikinya, dari awal tau tentang smartphone ini, gue langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertama karena gayanya yang simple, stylish, mewah dan elegan, kedua karena kameranya lumayan oke dan OS-nya yang katanya paling stabil diantara OS smartphone lainnya.

Sebenernya ini adalah kali kedua gue pake dengan merek yang sama, tapi dulu gue pake yang versi jaringan CDMA dan memori internalnya berkapasitas 16 GB. Gue beli second dengan harga yang lumayan murah dibawah harga pasaran. Gue dapet dari FJB Kaskus. Kondisinya lumayan mulus, cuma ada dent dikit di bagian atas. Selama gue pake sampe dijual lagi, nggak pernah nemuin masalah, cuma home button aja agak menjorok ke dalem dikit.

Ada sedikit drama juga sih waktu mau jual si putih ini. Jadi dulu sebelum serah terima jual beli, seperti yang udah-udah, gue selalu reset semua datanya. Eh, ternyata iPhone CDMA itu jangan direset, cukup logout aja Apple ID-nya. Nah, hal itu menyebabkan sinyalnya hilang. 


Nah yang kedua ini gue dapet dari grup forum jual beli di Facebook. Kondisi fisiknya super mulus kayak baru, kapasitasnya 32 GB, warna item, jailbreaked. Harganya lumayan miring, kayak topi. Iya, Topi Miring. Buat makan itu loh.

Awal-awal gue pake sih masih oke, nggak ada kendala apa-apa kecuali performa batere yang udah mulai lemah syahwatnya. Yassalam. Gejala awal udah mulai kerasa nih. Gawat.

Setelah gejala awal tadi muncul ke permukaan, ketika umurnya udah 2 minggu lebih di tangan gue, muncul lagi satu kendala yang bikin gue makin nyesel beli smartphone ini; jadi si iPhone ini sering banget force-close-app mulu, abis itu sering restart sendiri juga. Mentang-mentang yang makenya jomblo nih, restart aja sendiri. Kasian.

Dari awal munculnya kendala di iPhone gue ini, udah pasti gue nyalahin diri gue sendiri. Ya memang karena keteledoran gue juga yang percaya gitu aja dengan iPhone yang murah gitu, nggak cek & ricek lebih detail, dan terkesan buru-buru juga belinya.

Gue kira itu karena henponnya jailbreaked, jadi dengan sotoynya gue coba unjailbreak aja dengan harapan iPhone gue bisa kembali normal. Bermodalkan artikel di google dan video di youtube, gue mulai mencoba untuk meng-unjailbreak henpon gue. Guess what happend!? Setelah di-unjailbreak, volume control henponnya jadi menghilang. Shit.
Hal itu mengakibatkan gue nggak bisa memutar musik dan video karena suaranya nggak keluar, kecuali kalo ada telepon masuk, baru berdering. Berawal dari tekad yang penuh  dengan rasa penasaran, gue coba nanyain ke group iPhone yang ada di Facebook. Jawabannya rata-rata sama, salah satu cara yang paling mudah adalah dengan membersihkan dock connector dengan sikat gigi atau kuas yang dicocol alkohol 70%. Oh iya, alkoholnya jangan dioplos, yha.

Tapi bentar nih. Apa hubungannya antara suara nggak keluar dengan membersihkan dock connector buat nge-charge? Timbul pertanyaan besar setelah gue membaca tips and trick mengatasi suara iPhone 4 yang tidak keluar atau hilang itu. Awalnya gue pikir speakernya emang rusak atau ada trouble apa gitu sama speakernya. Lah ini malah disuruh sikat gigi. Gue tempelin salonpas juga nih. Nggak nyambung amat.

Berhubung udah ada orang yang berhasil dengan cara kayak gitu, gue coba aja. Untung alat sama bahannya gampang dicari.

Oke, gue coba ngikutin cara itu dan berhasil. Volume Control-nya balik lagi, begitupun dengan suaranya, walaupun sebenernya gue masih bingung kalo cara itu bisa jadi solusinya, nggak masuk akal juga menurut gue.

Tapi sayangnya cara itu hanya bertahan beberapa hari aja, setelah itu ngilang lagi. Kampret.

Suatu ketika, karena saking udah keselnya, gue coba tetesin aja pake alkohol, eh layarnya jadi bernoda kehitaman gitu. Mau direndam pake deterjen pemutih, kayaknya nggak mungkin. Dari situ gue mulai makin panik, mana home button juga jadi nggak begitu sensitif. Layarnya jadi nggak asik dipandang karena ada noda hitam tadi, lumayan ganggu juga walau nggak ngaruh ke performance. Fixed, lah. Jual murah aja ini iPhone.

Setengah jam kemudian, noda hitamnya makin memudar, bersamaan dengan makin memudarnya kepanikan gue. Syukurlah, layarnya udah kembali normal, home button udah mulai oke, tapi volume control-nya masih belum ada juga. Gue nyerah, dicuekin aja udah. Nggak gue utak-atik lagi.

Sampe pada suatu hari, volume control itu muncul dengan sendirinya. Awal-awal kemunculannya sih masih malu-malu gitu. Kadang muncul, ngilang lagi. Persis kayak pacar kamu yang sekarang itu.

Makin ke sini, volume control-nya udah berani nongol lagi. The case not cleared yet. Muncul lagi masalah di mute button yang udah nggak bisa bekerja dengan baik walaupun masih bisa diganti pake assistive touch.

Dan ternyata setelah muter-muter nyari artikel tentang iPhone 4 ini, hilangnya suara dan volume control ini adalah masalah yang sering terjadi. Hal ini biasanya karena menggunakan kabel data yang bukan original. Selain itu, masalah yang biasa terjadi di iPhone 4 adalah tombol home dan tombol kunci jadi keras. Maklumlah, untuk ukuran tahun sekarang ini, iPhone 4 itu udah tua banget.

PS: Kalo punya uang lebih, mendingan beli model baru aja. Jangan lupa cek garansinya juga sebelum membeli henpon yang agak jadul dari Apple ini. Disarankan beli yang bergaransi resmi Indonesia sama garansi pre-owned dari Apple langsung. Last but not least, belinya dua ya. Dua-duanya buat gue. Kalian beli lagi aja kalo mau mah. HAH!

Jangan lupa share postingannya ke temen-temen yang lain, ya. Jangan lupa juga like fanspage dan follow blog ini dengan cara klik like dan follow yang ada di bawah. Biar bisa langsung tau kalo ada postingan terbaru dari blog ini. Setiap ada postingan baru bakal gue share juga ke fanspage di facebook. Kalian juga bisa berlangganan postingan blog gue ini via email di form sidebar. Hatur nuhun udah mampir dan jangan bosen mampir lagi ke mari :D

Senin, 12 Juni 2017

iPhone 5, iPhone 5C dan iOS 11

Juni 12, 2017 6
iPhone 5, iPhone 5C dan iOS 11
Wahai pengguna iPhone tua, sudahkah anda menonton secara langsung #WWDC17? Gimana seru nggak? Atau malah nyesek karena iPhone-nya nggak bisa update ke iOS terbaru? Hahaha

Bentar, WWDC itu apaan? gulat kayak smack down di WC bukan?

Bukan.

Dikutip dari Wikipedia, "Apple Worldwide Developers Conference, umumnya disingkat WWDC, adalah sebuah konferensi yang diadakan setiap tahunnya di California oleh Apple Inc. Konferensi ini sering dimanfaatkan Apple untuk memperlihatkan perangkat lunak dan teknologi barunya kepada pengembang, serta memberikan sesi uji coba dan umpan balik."

Cerita dulu bentar, awalnya gue nggak ada niat untuk nonton live streamingnya karena lagi fakir kuota, tapi karena malem itu lagi susah tidur dan nggak sengaja baca tweet orang yang lagi bahas WWDC, tanpa pikir panjang, gue langsung klik link-nya dan nontonin.

Seperti biasa, akan selalu ada hal-hal baru yang dipresentasikan di acara tersebut dari berbagai kategori. Nah, yang akan gue bahas di postingan ini fokus ke iPhone 5, iPhone 5C dan iOS 11. Ada hubungan apakah diantara mereka? Apakah mereka melakuakan skandal penistaan aplikasi? Here we go!

iPhone 5 dan 5C di tahun 2017 ini bisa dibilang termasuk iPhone yang udah berumur. Secara spesifikasinya pun sudah mulai tertinggal sama yang lain, belum lagi kedua iPhone itu masih menggunakan prosesor 32-bit, sedangkan sekarang apple udah makin fokus ke prosesor 64-bit. Bahkan beberapa aplikasi yang masih menggunakan prosesor 32-bit udah mulai dihentikan.

Ketika Om Craig mulai naik panggung, banyak orang yang mukanya langsung sumringah, termasuk gue dan orang-orang yang menggunakan iPhone, iPad dan iPod di seluruh penjuru bumi bulat dan bumi datar. Karena apa yang ditunggu-ditunggu, sekarang datang. It's feel like you are stuck in the LDR Relationship dan tabungan rindu sudah mulai tak tertampung lagi, kemudian bertemu untuk membayar rindu. Woh!

Sepanjang penjelasan, iPhone 5 sama iPhone 5C memang nggak dibahas sama sekali. Om Craig hanya fokus memperkenalkan fitur-fitur anyar dari iOS 11, hal tersebut dikarenakan kedua device itu nggak bakalan dapet update iOS 11 ini nanti. Gimana nih para user kedua iPhone tua pada sedih nggak? Pasti sedih nih buat yang nggak ada rencana untuk upgrade iPhone-nya ke yang lebih muda seperti iPhone 7. Kalo ada rencana pengin upgrade dengan budget minim, cobalah iPhone 5s, karena iPhone 5s adalah iPhone urutan terakhir yang masih bisa mengikuti update iOS 11. Selain itu, iPhone 5s juga udah menggunakan prosesor 64-bit.

iPhone yang bisa iOS upgrade ios 11
Beberapa device yang bisa upgrade ke iOS 11
Untungnya gue nggak terlalu nyesek, karena masih bisa upgrade walaupun gadget yang gue pake berada di posisi paling bontot. Ada banyak sekali perubahan di iOS 11 dan ada fitur yang gue suka karena bisa berguna banget buat gue yaitu control center,
Control Center iOS 11 / Source: Macrumors
control center ini sangat berbeda dengan iOS 10, karena tampilannya berubah, belum lagi bisa dikustomisasi apa aja yang mau ditampilkan. Jadi gue nggak perlu ribet lagi kalo mau menggunakan personal hotspot sama aktifin low power mode, biasanya gue harus ke menu setting dulu, sekarang tinggal swipe up doang. Woh!

Buat pengguna iPhone 5 dan iPhone 5C atau iPhone di bawahnya tenang aja, walaupun nggak bisa upgrade ke iOS 11, pengguna iPhone tua masih bisa menggunakan wallpaper-nya yang bisa di download di sini. Monggo

Jadi gimana guys, ada rencana mau upgrade device biar bisa nyobain iOS 11?

Jangan lupa share postingannya ke temen-temen yang lain, ya. Jangan lupa juga like fanspage dan follow blog ini dengan cara klik like dan follow yang ada di bawah. Biar bisa langsung tau kalo ada postingan terbaru dari blog ini. Setiap ada postingan baru bakal gue share juga ke fanspage di facebook. Kalian juga bisa berlangganan postingan blog gue ini via email di form sidebar. Hatur nuhun udah mampir dan jangan bosen mampir lagi ke mari :D

Senin, 29 Mei 2017

Me Time itu Penting! Benarkah?

Mei 29, 2017 6
Me Time itu Penting! Benarkah?
aa indra permana di Bali
Bagi sebagian orang yang mempunyai penjamahan waktu untuk bekerja yang cukup panjang setiap harinya, pasti pernah merasakan titik lelah. Terutama bagi mereka yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk kepentingan orang lain dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan untuk memenuhi kepentingan dasar dirinya sendiri seperti makan, ngopi dan ketawa-ketiwi.

Para pekerja di lingkungan perkotaan dengan rutinitas pekerjaan A sampe Z akan merasakan hal demikian, ya gimana, namanya juga tuntutan.

Menurut teori tong shan chong bin tong fang, hal-hal kayak gitu udah dipastikan akan memberikan reaksi ke tubuh dan pikiran kita. Badan lemes, mata ngantuk, pikiran pusing, muntah paku, kencing semen adalah sepersekian persen reaksi yang akan timbul.

Sebelum reaksi di atas timbul, baiknya kita mencegahnya dengan cara kita masing-masing. Karena tiap orang pasti beda-beda cara dan ritualnya. Ada yang check-up ke dokter, ada yang piknik bareng keluarga, ada juga yang check-up ke dokter bareng keluarga, tergantung sikon dan dompet masing-masing sih biasanya.

Nah, kalo cara yang biasa gue lakukan untuk mencegah hal-hal mengerikan tadi adalah dengan cara ME TIME.

Aa ai ME TIME teh apa atuh?

Me Time menurut Oxford Dictionaries yaitu "Time spent relaxing on one’s own as opposed to working or doing things for others, seen as an opportunity to reduce stress or restore energy."

Apa itu teh a artinya? Kurang lebih artinya teh kayak gini: waktu yang  dihabiskan oleh seseorang dengan beristirahat/bersantai sebagai pengalihan/penolakan dari bekerja atau melakukan sesuatu untuk orang lain. Diliat juga sebagai kesempatan untuk mengurangi stres dan mengembalikan energi.

Nah kalo yang tadi mah Me Time versi Kamus Oxford, kalo Me Time versi gue mah adalah melakukan sesuatu yang disukai dan dilakukan secara sendirian untuk mencari kepuasan. Ya intinya sama aja, doing something secara sendirian yang bertujuan untuk mendapatkan kesenangan.

Kebetulan selama gue tinggal di Cilegon, gue belum pernah melakukan ritual tersebut. Baru minggu kemaren nih gue kesampean bisa melakukan ritual Me Time gue.

Jangan dulu di-skip, gue mau cerita dulu bentar.

Minggu sore kemarin gue naik angkot dari kontrakan menuju ke sebuah Mall di sekitaran kota sini. Karena gue ini orangnya nggak mau rugi dan sia-sia, sambil menyelam minum air, sambil jalan pake angkot, sambil nyari pokemon. Lumayan juga buat mecahin telor pokemon gue yang 5 km. Lumayan juga gue dapet beberapa pokemon yang belum pernah gue dapetin sebelumnya. Belom lagi pas turun dari angkot, gue nemu pokemon yang CP-nya lumayan gede.

Karena masih penasaran, gue coba keliling di pinggiran mall itu, dan ternyata lumayan ada banyak pokemon yang mangkal di sana, walaupun jenis pokemonnya pasaran kayak kaos Turn Back Crime yang banyak banget orang-orang pake.

Oh iya, kenapa gue pilih pergi ke Mall? selain karena belum tau tempat-tempat publik lain di daerah sini, ada sesuatu yang mau gue cari juga di sana. Gue lagi nyari buku berjudul Rudy Habibie yang udah diramu menjadi sebuah film yang keren dan inspiratif sekali. Gue juga lagi nyari CD-nya Twenty One Pilots, tapi hasilnya nihil. Keduanya nggak ada. Meh.

Kemudian gue jalan kaki dari satu mall ke mall yang lain dengan rentang jarak sekitar 1000 meter selama kurang lebih setengah jam. Bukan karena nggak ada angkot atau nggak ada ojek elang di parkiran, tapi karena gue pengin ngerasain suasana di sekitaran trotoarnya aja dengan jalan kaki.

Gue termasuk orang yang seneng juga jalan kaki. Alasannya karena lebih merasa lebih menyatu aja dengan udara sekitar, suasana sekitar, obrolan-obrolan sekitar dan jadi lebih bisa melihat dan merasakan semua yang ada di sekitar secara detil. Kalo lo naik mobil atau motor ya cuma selewat gitu aja kan.

Oke, setengah jam kemudian gue sampe di Mall kedua. Kali ini tujuannya  cuma untuk ngopi. Jadi ketika sampe di sana, gue langsung mesen Hot Cafe Latte dan duduk di set yang berkursi dua walaupun gue cuma sendirian. Untung nggak baper dengan mewek karena di depan nggak ada lawan jenis yang bisa jadi lawan bicara yang asik.

Ngopi-ngopi dan nongki-nongki adalah hak segala bangsa yang sudah menjadi rutinitas anak remaja gaul agar tetap menjaga kegaulannya di zaman sekarang yang banyak tempat gaul. Termasuk gue, gue juga seneng ngopi. Tapi cuma sebatas penikmat aja, nggak sampe expert ke pengetahuan tentang kopi. Baru sebatas tukang nyeruput doangan lah gue mah.

Berhubung waktu itu lightingnya lagi oke, background dan look di mejanya oke, tanpa perlu pikir panjang lagi gue langsung buka hape, pilih menu kamera, ngambil angle yang oke, komposisi yang pas, jepret. Yak betul, gue seneng motret juga.
instagram: aaindrapermana
Nggak usah yang mahal-mahal atau yang ribet-ribet kalo lo mau melakukan Me Time tapi kepentok dengan keterbatasan. Lakuin aja hal-hal simple yang bisa bikin lo seneng. Gitu.

Menurut Alan White, seorang profesor berasal dari University of Leeds yang gue kutip dari blog sebuah merek sampo terkenal. Beliau pernah berkata bahwa: "Menikmati waktu sendirian ini sangat membantu dalam memproduksi kembali tekanan darah agar lebih sehat, sekaligus memberikan pengaruh positif terhadap pikiran seseorang."

Jadi intinya, Me Time adalah melakukan hal-hal apapun yang lo suka biar lo senang. Jadi pikiran terasa lebih tenang dan udah merasa siap untuk bertempur kembali dengan rutinitas besok siang. Sejauh ini yang gue rasakan manfaat dari Me Time ya  kayak gitu. Kalo kalian gimana nih? Ada yang suka ngelakuin ritual Me Time kayak gue juga nggak nih?
instagram: aaindrapermana

Oke sekian dulu postingan gue tentang Me Time. See you on the next post! Happy Blogging, happy Me Time!

Jangan lupa share postingannya ke temen-temen yang lain, ya. Jangan lupa juga like fanspage dan follow blog ini dengan cara klik like dan follow yang ada di bawah. Biar bisa langsung tau kalo ada postingan terbaru dari blog ini. Setiap ada postingan baru bakal gue share juga ke fanspage di facebook. Kalian juga bisa berlangganan postingan blog gue ini via email di form sidebar. Hatur nuhun udah mampir dan jangan bosen mampir lagi ke mari :D